Wajah Barbie tanpa make up.

Bisakah Anda membayangkan bagaimana rupa Barbie tanpa riasan yang menempel di wajahnya sedikit pun?

Sebuah foto, yang diunggah oleh Imgur dan diatribusikan kepada Eddi Aguirre, telah membuka gambaran si cantik berambut pirang dengan wajahnya yang alami tanpa make up, lengkap dengan bintik-bintik, lingkaran hitam di mata, rambut yang kaku, jerawat dan kawat gigi.

Ini bukanlah kali pertama, penampilan Barbie yang kini diperkirakan berumur 54 tahun menimbulkan kontroversi.

Walaupun dia memiliki segudang karier --dari penerjun payung, perawat dan bahkan astronot--, memiliki propertinya sendiri, dan telah berpacaran dengan Ken selama lebih dari 50 tahun, boneka ini sering menuai kritikan karena dianggap sebagai ikon kesempurnaan palsu seorang perempuan.

Barbara Millicent Roberts, atau yang dikenal dengan nama Barbie, memang selalu ditampilkan dengan perut yang rata, payudara yang indah, dan rambut pirangnya yang telah menjadi bahan pembicaraan sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 1959.

Barbie dibuat pertama kali oleh Elliot Handler untuk anak perempuannya, Barbara Handler, yang menyukai boneka Lili saat berbelanja di Swiss pada tahun 1956. Boneka Lili sendiri merupakan produksi Jerman yang diilhami ikon kartun dan dibuat sebagai simbol seks bagi laki-laki.

Sebagian aktivis perempuan bahkan menilai boneka Barbie sebagai ikon rasisme, seksisme, konsumerisme dan materialisme.

Barbie telah melakukan berbagai eksperimen dalam penampilannya dengan menggunakan tato, jaket motor dan bahkan menggunduli rambutnya pada tahun 2012 untuk membantu kampanye kanker. Namun, penampilan alami barunya ini merupakan hal rahasia yang menggambarkan dirinya sebagai wanita biasa.

Yang mengejutkan, respons atas penampilan alaminya itu sebagian besar malah negatif. "Rambutnya butuh ditata," kata salah seorang komentator.

"Boneka dengan tampilan seperti orang sakit? Dengan matanya yang bengkak, dia seperti baru mabuk atau lebih ekstrim, gagal ginjal? Apakah ada anak yang menginginkannya?" kata komentator lain.

Dengan berbagai komentar negatif itu, bisakah Barbie terus bertahan dengan penampilan seperti ini?

"Itu merupakan hal wajar bagi orang untuk membangun ikon seorang figur dan kemudian merusakkannya," kata Fran Walfish, seorang terapis anak dan keluarga yang berbasis di Beverly Hills, California.

Rambut yang indah, kaki yang jenjang, payudara yang sempurna dan pinggang yang ramping dianggap merasuki pikiran gadis-gadis tentang definisi kecantikan ideal yang sebagian malah menganggapnya mengerikan.

Karena simbol yang diberikan pada Barbie inilah, banyak perempuan memiliki ambisi yang salah untuk menjadi sempurna seperti boneka plastik itu dan mau melakukan segala hal, dari bedah plastik, diet, hingga apapun untuk memiliki kesempurnaan seperti Barbie.

"Kita mengidealkan publik figur karena kita menginginkan sesuatu hal terjadi tapi standar kita terlalu tinggi. Dan saat ikon ini 'salah langkah', kita merasa kecewa dan marah karena harapan kita telah pupus," katanya.

Walfish menduga bahwa orang yang mengunggah gambaran alami Barbie itu mungkin ingin menyampaikan pesan bahwa di balik penampilannya yang gemerlap dan glamor, Barbie hanyalah wanita normal dengan berbagai kekurangan.

"Barbie dengan kawat gigi dan jerawat terlihat lebih seperti para wanita dan anak perempuan sungguhan yang datang ke tempat praktik saya. Barangkali gambaran Barbie yang baru ini adalah hal yang bagus," kata Walfish.

Penulis: Febriamy Hutapea/FEB

Sumber:Yahoo! News