Ilustrasi kosmetik berbahaya.

Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menemukan 17 jenis produk kosmetik mengandung bahan berbahaya. Produk-produk yang terdiri atas 6 merek tersebut mengandung merkuri, asam retinoat, hidrokinon, resorsinol, dan raksa.

"Kami menemukan ada 6 merek produk kosmetik mengandung bahan berbahaya dan tanpa izin edar maupun yang sudah dibatalkan. Harga produk-produk tersebut mahal. Dalam temuan kami tercatat Tabita, Green Alvina, Chrysant, Hayfa, Cantik, dan Dr Nur Hidayat SpKK," kata Kepala BPOM Lucky Slamet saat jumpa pers tentang "Public Warning Komestika Mengandung Bahan Berbahaya" di Jakarta, Senin (13/5).

Dia menuturkan, produk-produk tersebut dipasarkan melalui salon-salon kecantikan dan penjualan sistem online.

"Masyarakat harus tahu, penggunaan produk mengandung merkuri, raksa, resorsinol, dan asam retinoat berbahaya bagi kesehatan. Bisa saja, awal penggunaan memang kulit menjadi putih. Tapi, setelahnya merah, hitam, lalu pada kondisi tertentu bisa merusak ginjal," jelas Lucky.

Dia mengatakan, penggunaan merkuri sudah dilarang. Sebelumnya, hidrokinon diizinkan pada batas 2% namun sudah dilarang. Penggunaan asam retinoat juga sudah dilarang, bahkan untuk obat.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait pengawasan sistem penjualan online. Juga, dengan Dinas Kesehatan terkait perizinan salon kosmetik dan klinik kesehatan. Yang jelas, untuk setiap temuan BPOM tersebut, saat ini sudah dalam proses pro justicia," kata Lucky.

Sementara itu, BPOM mencatat, dalam 5 tahun terakhir, temuan kosmetik mengandung bahan berbahaya menunjukkan penurunan. Dari 1,49% menjadi 0,74% dari jumlah produk yang di-sampling.

Investor Daily

Penulis: EME/NAD

Sumber:Investor Daily