Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar.

Jakarta - Angka diskriminasi atau kekerasan pada anak di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya, demikian diungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar.

Namun, menurut Linda, peningkatan jumlah kasus bukan berarti kerjanya tidak berhasil.

"Saya melihat ini proses. Bila lihat dari sisi positifnya semua orang mulai memerhatikan anak di rumah dan juga di masyarakat. Kementerian ini baru empat tahun lalu mengurusi soal anak. Jadi, empat tahun ini banyak kasus yang terkuak," tuturnya pada acara "Riset Kominfo dan UNICEF Mengenai Perilaku Anak dan Remaja dalam Menggunakan Internet" di Jakarta, Selasa (18/2).

Ditambahkannya, peran masyarakat sangat penting untuk bisa mengawasi penegakan hukum.

"Kami bekerja sama dengan Mahkamah Agung, kepolisian ,dan sedang menjajaki Kejaksaan Agung [untuk mencari cara] bagaimana penanganan kasus anak ini bisa memberikan efek jera [kepada pelaku]," imbuh Linda.

Selain itu, Linda juga merasa ada titik terang dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang akan merevisi dan memperluas hak serta kewenangannya. Dengan begitu, dampaknya juga akan sangat baik untuk anak-anak agar terhindar dari program acara dengan konten yang kurang mendidik.

"Ini merupakan kesempatan masyarakat untuk mendorong legislatif dan eksekutif dalam memberikan kewenangan luas kepada KPI," tutur Linda.

Penulis: Kharina Triananda/NAD