Program Berbagi Kelezatan Dukung Pengentasan Gizi Buruk

Acara Press Confrence Berbagi Kelezatan Bakso Sumber Selera, di Masjid Istqlal, Jakarta, Senin, 5 Juni 2017. Kiri ke Kanan: Chef Dhea Annisa, GM Operations PT Sumber Prima Anugrah Abadi Mumu Alhodir, Artis Zaskia Adya Mecca, Direktur Kemitraan PKPU Human Initiative Andjar Radite. (Beritasatu Photo/Feriawan Hidayat)

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Senin, 19 Juni 2017 | 17:36 WIB

Jakarta - Memanfaatkan momen Ramadan dan Lebaran 2017, Bakso Sumber Selera menggelar program Corporate Social Responsbility (CSR) bertajuk Berbagi Kelezatan. Dengan menggunakan pendekatan cause-related marketing, pihak perusahaan berkomitmen untuk menyumbangkan persentase dari pendapatan untuk alasan tertentu berdasarkan penjualan produk.

General Manager Operations PT Sumber Prima Anugerah Abadi, Mumu Alqodir, mengatakan, melalui program Berbagi Kelezatan ini, pihaknya mengajak konsumen untuk berbagi dengan sesama. Caranya, lanjut dia, cukup dengan membeli produk bakso sumber Selera isi 25 dan 50, maka konsumen otomatis telah berdonasi sebesar Rp 1.000.

"Setelah konsumen membeli Bakso Sumber Selera, mereka cukup mengunggah foto struk pembelian bakso beserta bungkus bakso Sumber Selera ke akun facebook messenger bakso Sumber Selera. Donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan untuk memperbaiki status gizi buruk anak Indonesia," kata Mumu Alqodir, di Jakarta, Senin (19/6).

Program ini, papar Mumu, terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama, penghimpunan donasi yang digelar sepanjang Ramadan 2017. Pada tahap ini, total donasi yang berhasil terkumpul hingga kini sekitar Rp 40 juta.

"Selanjutnya, donasi tersebut tidak menutup kemungkinan bakal bertambah terus dan nantinya bakal digunakan untuk mendukung program pengentasan gizi buruk di wilayah Tangerang, yang notabene dekat dengan markas Bakso Sumber Selera di Lippo Karawaci Tangerang," jelasnya.

Untuk tahap kedua, kata Mumu, pihaknya akan mengimplementasikan program pengentasan gizi buruk dengan menggandeng PKPU sebagai mitra. "Kegiatan pengentasan kemiskinan yang dilakukan Bakso Sumber Selera bersama PKPU akan dilaksanakan usai Ramadhan, yakni selama tiga bulan," kata Mumu.

Melalui program ini, kata Mumu, pihaknya berharap misi Sumber Selera dapat terwujud. "Misi perusahaan adalah menjadi pilar penopang dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. Untuk itu, kami berharap gerakan ini dapat diikuti dan direspon positif oleh masyarakat Indonesia. Program Berbagi Kelezatan nantinya akan menjadi kegiatan CSR yang berkelanjutan dari Sumber Selera," tambah Mumu.

Program Pengentasan Gizi Buruk

Donasi yang terkumpul dari Bakso Sumber Selera, selanjutnya akan disalurkan untuk program pengentasan gizi buruk di Desa Tegal Angus, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Desa tersebut dipilih karena terhitung sebagi wilayah yang rentan dengan persoalan gizi buruk. Target pengentasan gizi buruk adalah sebanyak 20 balita dan 20 ibu yang memiliki balita. Harapannya, program tersebut dapat meningkatkan berat badan balita minimal 20 persen serta menumbuhkan pengetahuan ibu, minimal 30 persen dari pretest ke postest.

Direktur Kemitraan PKPU, Andjar Radite, mengungkapkan, program yang akan memperoleh dukungan dari donasi Bakso Sumber Selera adalah program Sahabat Gizi Kita (Sagita). Program tersebut dipersembahkan bagi masyarakat Indonesia dalam menanggulangi permasalahan kesehatan ibu dan anak yang masih memiliki nilai merah pada raport-nya.

"Pada program ini, kami akan menyelenggarakan intervensi gizi seimbang secara holistik guna memastikan periode emas 1000 hari pertama kehidupan (HPK) dapat diraih dengan sebaik-baiknya," tegasnya.

Pada implementasinya, kata Andjar, kegiatan Sagita juga menggunakan pendekatan spesifik dan sensitif. "Artinya, aktivitas yang dilaksanakan dalam mendukung pendekatan spesifik adalah dengan penanganan khusus bagi para balita dan ibu yang mengalami kekurangan gizi melalui Sekolah Gizi," kata dia.

Sedangkan aktivitas yang dilakukan dalam mendukung pendekatan sensitif, kata Andjar, dengan mendekatkan akses pangan pada wilayah binaan tersebut.

"Proses pendekatan akses pangan dilaksanakan sesuai dengan ketetapan peraturan Kementerian Pertanian Nomor 15/Permentan/OT.140/2/2013, yaitu melakukan optimalisasi pekarangan melalui konsep kawasan rumah pangan lestari (KRPL), promosi percepatan penganekaragaman konsumsi pangan, dan kebun bibit dan demplot (demonstration plot)," ujar Andjar.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT