Jember Fashion Carnival 2017 Berlangsung Meriah

Pose keluarga yang mengikuti Jember Fashion Carnival 2017, dengan tema Sriwijaya Empire, Jumat, 11 Agustus 2017. (Beritasatu Photo/Dina Fitrianisa)

Oleh: Dina Fitri Anisa / FER | Sabtu, 12 Agustus 2017 | 15:55 WIB

Jember - Setiap tahunnya, Jember Fashion Carnival (JFC) merupakan salah satu festival yang paling ditunggu-tunggu oleh kalangan masyarakat dan pemerhati fashion. Kali ini, JFC ke-16 sedang digelar pada tanggal 9-13 Agustus 2017 akan mengangkat tema Victory atau kemenangan.

"JFC ke-16 mengangkat tema Victory, dengan alasan kemenangan festival ini di tingkat dunia akan ditampilkan dalam event tahun ini. Sudah saatnya, karena ini kemenangan Indonesia, kemenangan bangsa dalam sejumlah event dunia," ungkap Presiden JFC, Dynand Fariz, saat hadir di temui di Lippo Mall Jember, Jawa Timur (Jatim), Jumat (11/8).

Peserta Jember Fashion Carnival 2017, di titik finish 1,5 kilometer, di Lippo Mall Jember, Jawa Timur, Jumat, 11 Agustus 2017.

Menurut Dynand, di sejumlah event dunia, JFC berhasil menjadi pemenang, terutama untuk kategori Best National Costum dalam pergelaran kontes ratu sejagat, Miss Universe. "Kita sudah 13 kali meraih kemenangan dalam best national costume. Dari 13 kemenangan itu, 8 diantaranya akan menjadi tema besar defile yang akan ditampilkan pada JFC ke-16 tahun ini," kata Dynand.

Dalam even kostum terbesar di Jember ini, terdapat beberapa rangkaian acara karnaval, yaitu Kids Carnaval, Artwear Carnaval, Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia, yang akan berjalan dan memamerkan keindahan kostum, di jalan raya sepanjang 1,5 kilometer (km).

"Kemudian, pada saat acara puncak, sekitar 2.000 peserta dengan kostum yang menawan akan berjalan sepanjang 3,6 km. Kabarnya, acara puncak tersebut akan disaksikan juga oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo," kata Dinand.

Dalam pagelaran JFC kali ini, kata Dinand, terdapat sejumlah unsur yang ingin dibangun. Unsur pertama, lanjut dia, education (pendidikan). Melalui in-house training, peserta diberikan pengetahuan merancang busana, fashion run way, fashion dance, presenter, rias dan make up dan melalui ajang kompetisi terlahir sumber daya manusia (SDM) yang percaya diri, terlahir instruktur, leader, koreographer, presenter, singer, enterpreneur dan lain-lain.

"Melalui penggalian potensi diri peserta dengan memberikan kesempatan untuk pengembangan kreativitas melalui kompetisi akan terlahir ide-ide baru baik dibidang seni tari, merancang busana, aksesori dan lain-lain. Bagi penonton, juga menambah wawasan tentang budaya daerah dan budaya luar yang beraneka ragam," ungkapnya.

Kemudian, lanjut Dinand, entertaiment (hiburan). Sebagai event ekslusif yang dapat menjadi hiburan bagi masyarakat menyeluruh dari segala lapisan baik profesi, usia, pendidikan, latar belakang ekonomi dan sebagainya.

Selanjutnya, ada exhibition (pameran). JFC ini, lanjutnya, diharapkan menjadi pusat studi atau research tentang fashion carnaval, menjadi obyek pengambilan photo bagi photographer professional dan banyak lainnya.

"Terakhir, economic benefit (manfaat ekonomi). Melalui penyelenggaraan event yang mempunyai konsep yang jelas, SDM yang berkualitas, berkesinambungan, menarik, memperoleh dukungan dari masyarakat, pemerintah dan wakil rakyat memungkinkan untuk menjadi potensi wisata unggulan yang dapat menggerakkan potensi wisata lainnya," kata Dinand.

 




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT