Slank Nge-Band di Ponpes Darussalam

Slank Nge-Band di Ponpes Darussalam

Grup band Slank manggung dan silaturahmi di Ponpes Darussalam, Ciamis, Jawa Barat, Rabu (13/9) (ist/ist)

Oleh: Mardiana Makmun / MAR | Kamis, 14 September 2017 | 08:33 WIB

Jakarta --Grup band legendaris Slank mengawali tur Silaturahmi Merajut Kebangsaan di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam di Cijeungjing, Ciamis pada Rabu (13/09).

Rangkaian tur yang didukung Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas ini merupakan wujud kepedulian Slank dan Sinar Mas dalam upaya merawat keberagaman dan perdamaian bangsa. Silaturahmi melalui musik merupakan cara efektif dan universal dalam menjembatani segala jenis perbedaan.

Band yang digawangi Kaka (vokal), Ridho (gitar), Ivanka (bass), dan Bimbim (drum) tidak datang sendirian. Turut serta bersama mereka adalah budayawan Zastrouw Al Ngatawi dan tamu undangan khusus di tiap kota. Tur di kota Ciamis kali ini dihadiri pula oleh Yenny Wahid serta Direktur Sinar Mas, Yan Partawijaya.

Slank yang diwakili Kaka dan Bimbim mengaku senang dan bangga dapat hadir di tengah-tengah santriwan dan santriwati.

"Tadinya kami menyangka akan disambut dengan kaku, ternyata para santri di sini malah lebih santai dari Slank," kata Kaka dalam siaran pers yang diterima Investor Daily.

Slank mengawali kunjungan dengan melakukan penanaman pohon di taman Ponpes Darussalam. Selanjutnya para tamu melakukan kegiatan ziarah di makam KH Irfan Hilmi, tokoh Ponpes Darussalam, yang juga putra pendiri Ponpes Darussalam, KH Ahmad Fadil.

Selepas Ashar, acara dilanjutkan dengan dialog Budaya dan Kebangsaan bertempat di aula Ponpes Darussalam yang dihadiri ratusan santriwan dan santriwati.

Direktur Sinar Mas, Yan Partawijaya mengawali dialog dengan mengungkap peran Sinar Mas dalam rangkaian acara kali ini, "Keikutsertaan Sinar Mas dalam Silaturahmi Merajut Kebangsaan ini adalah turut berkontribusi dalam mewujudkan persatuan bangsa melalui nilai-nilai toleransi, sebagaimana perusahaan Sinar Mas yang pekerjanya terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama, dan ras," kata Yan.

Dalam kesempatan yang sama, Yenny Wahid mengingatkan agar kita untuk selalu bersyukur atas kondisi bangsa Indonesia yang hingga sekarang masih relatif damai dan sentosa, dibandingkan beberapa bangsa lain yang tidak seberuntung kita.

"Dan sesuai namanya, mudah-mudahan Ponpes Darussalam dapat menjadi penebar kedamaian di seluruh penjuru dunia," harap Yenny.

Zastrouw Al Ngatawi menekankan bahwa pesantren ibarat penjahit untuk merajut kebangsaan, "Nilai-nilai yang diajarkan di pesantren, yaitu tasammuh (toleran) dan tawassut (moderat, di tengah-tengah) terbukti telah menjadi benteng secara sosiologis dan historis dalam menjaga keberagaman dan perbedaan di negeri ini."

Puncak acara dihelat di lapangan Ponpes Darussalam dengan pertunjukan musik oleh Slank. Di sela-sela pertunjukan, dilakukan penyerahan simbolis Quran, Juz Amma, Buku Tulis Sidu dari APP Sinar Mas kepada para santri.

Pertunjukan musik oleh Slank ini menyedot antusiasme tidak hanya keluarga besar pesantren, namun juga para penggemar fanatik Slank dari dalam dan luar kota, serta warga sekitar pesantren. Di jeda beberapa lagu, Zastrouw Al Ngatawi menyelipkan tausiah melalui interpretasi pesan-pesan kebaikan dalam tiap lagu Slank yang didendangkan malam itu.

Tur Silaturahmi Merajut Kebangsaan rencananya juga akan menyambangi ponpes di kota lain yaitu Pesantren Al Hikmah 2 di Brebes (14/09), Pesantren Darussalam di Batang (15/09), dan Pesantren Amanatul Ummah di Mojokerto (17/09).




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT