Konser Dream Theater Dikhawatirkan Terlalu "Cadas" untuk Prambanan

Dream Theater (Istimewa)

Oleh: Fuska Sani Evani / FMB | Kamis, 14 September 2017 | 10:03 WIB

Yogyakarta - Gelaran konser band rock progresive Dream Theater yang akan digelar Candi Prambanan akhir bulan ini, dikhawatirkan akan menganggu konstruksi Candi Hindu terpopuler di Indonesia tersebut.

Kepala Perlindungan dan Pemanfaatan BPCB DIY Wahyu Astuti mengaku belum mendapatkan surat tembusan izin penggunaan Candi Prambanan sebagai konser musik rok asal Boston tersebut. Jika memang tetap akan terlaksana, pihaknya akan melakukan pemantauan dampak. Selain batas desibel, lokasinya juga diharuskan di Lapangan Brahma atau Wisnu dan tidak berada di zona candi utama.

Menurut Wahyu Astuti konser musik cadas tersebut akan menggoncangkan tatanan dan struktur batuan di kompleks candi yang dibangun pada 850 Masehi. Meski belum dapat dipastikan, tingginya desibel yang dihasilkan konser itu akan membuat retakan ataupun dampak kecil yang berakibat dalam jangka panjang. Wahyu mengatakan batas maksimal suara di wilayah candi seharusnya maksimal hanya berkisar 80-100 desibel.

Menurutnya, pagelaran musik jaz yang belum lama ini berlangsung getarannya mencapai angka tersebut, apalagi musik rok. Selain itu, ia juga menyoroti aspek kepantasan jika Candi Pramabanan dijadikan lokasi konser musik.

Dalam jangka panjang ia juga menganggap akan tumbuh salah kaprah dari masyarakat mengenai penggunaan bangunan cagar budaya ini pada waktu-waktu mendatang. Dikatakan pula jika pihaknya selalu berharap jika penggunaan situs warisan dunia UNESCO ini selalu selaras dengan keberadaan candi.

Sedang dari sisi penyelenggaran, CEO Rajawali Production, Anas Syahrul Alimi selaku promotor konser Jogjarockarta, International Rock Music Festival 2017 menjelaskan, jika konser yang semula akan digelar di Stadion Kridosono ini dikembalikan ke Candi Prambanan. Hal ini sesuai dengan keinginan semula promotor meski sempat terkendala izin penggunaan lokasi.

Namun menurutnya, izin sudah dikeluarkan pihak Direktorat Kebudayaan, dengan syarat yang harus disesuaikan.

Menurutnya, penyesuaian harus dilakukan soal batas desibel dan tata suara sesuai dengan regulasi institusi yang berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini. Sedianya, pihak promotor akan membatasi getaran di taraf 80-90 desibel dengan sound sistem sebesar 80.000 watt. Menurutnya, getaran konser musik ini tidak akan membahayakan candi karena Dream Theater sendiri bukan jenis heavy metal namun rock progressive sehingga akan lebih ramah.

Perubahan di festival musik yang menghadirkan Dream Theater ini dipastikan tidak akan mengganggu kenikmatan penonton. Promotor yang juga pelaksana even Prambanan Jazz ini juga melakukan menyediakan tata panggung yang memanfaatkan candi sebagai latar dengan desain khusus dari pihak manajemen artis. Perpindahan lokasi ini tidak diikuti dengan penambahan kapasitas penonton dan kenaikan harga tiket. Lapangan Wisnu akan menjadi panggung untuk artis lokal sedangkan Dream Theater akan dberi area khusus di Lapangan Brahma. Acara yang akan dilaksanakan pada 29-30 September ini juga menghadirkan sejumlah grup musik lokal seperti Burgerkill, Power Metal, Death Vomit, Kelompok Penerbang Rocket, Roxx, Pas Band, Something Wrong, dan God Bless.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT