Indonesia Siap Memukau Dunia dalam Festival Seni Europalia

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani memimpin rapat persiapan penyelenggaraan Europalia Arts Festival atau Festival Seni Europalia 2017-2018 di Ruang Rapat Utama Kemko PMK Jakarta, Kamis, 14 September 2017. (Istimewa/Asni Ovier/Istimewa)

Oleh: Asni Ovier / AO | Kamis, 14 September 2017 | 16:18 WIB

Jakarta - Indonesia mematangkan persiapan sebagai tamu kehormatan dalam Europalia Arts Festival atau Festival Seni Europalia 2017-2018. Indonesia pun siap memukau dunia di ajang tersebut.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan, Indonesia sebagai negara tamu dalam Europalia Arts Festival tentunya semakin mematangkan persiapan, karena festival akbar yang berlangsung pada 10 Oktober 2017 hingga 21 Januari 2018 itu merupakan kesempatan emas dalam memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia di internasional.

"Dalam festival ini kita (Indonesia) akan mengangkat tema 'Heritage, Contemporary, Creation, and Exchange.," jelas Puan seusai memimpin rapat persiapan penyelenggaraan Europalia Arts Festival atau Festival Seni Europalia 2017-2018 di Ruang Rapat Utama gedung Kemko PMK Jakarta, Kamis (14/9). Hadir dalam rakor itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, serta pejabat dari kementerian pariwisata.

Perhelatan Europalia Arts Festival 2017 berlangsung di tujuh negara Eropa, yakni Inggris, Belanda, Belgia, Jerman, Polandia, Prancis, dan Austria. Masyarakat di tujuh negara itu akan mendapat suguhan keindahan ragam seni dan budaya Indonesia. Puan menjelaskan, pembukaan acara akan berlangsung di Brussel, Belgia, dan akan dibuka oleh Raja Belgia dan juga Wapres Jusuf Kalla.

"Jadi, dalam festival ini kita akan menampilkan 316 peserta seni selama 104 hari meliputi tujuh negara tadi," jelas Puan. Menko PMK menjelaskan, Indonesia bersedia menjadi tamu kehormatan karena berharap dengan ini nantinya bisa mengangkat seni budaya serta semua yang kaitannya dengan pariwisata.

"Maka dari itu juga dalam kegiatan ini Kementerian Pariwisata akan promosikan 10 destinasi wisata Indonesia," jelasnya. Dikatakan Puan, sejauh ini persiapan Indonesia yang dikoordinasikan oleh Mendikbud sudah mencapai 80% sampai 90%. Posko festival sendiri sudah disiapkan di Brussel dan dengan koordinasikan oleh Menlu Indonesia dan Menlu Belgia.

Puan menjelaskan, Europalia Arts Festival akan memberi pengalaman berharga bagi para pelaku seni dan budaya untuk dapat ditularkan kepada stakeholders lainnya. Indonesia merupakan negara ASEAN pertama yang menjadi negara tamu dalam Festival Seni Europalia. Sedangkan, untuk kawasan Asia, Indonesia menjadi negara keempat yang menjadi negara tamu setelah Tiongkok, India, dan Jepang.

Dalam festival ini, Indonesia telah menyiapkan 316 seniman untuk menyugukan atraksi ke berbagai kota di negara tersebut. Mereka akan tampil dalam 228 agenda kegiatan budaya. Yakni 69 pertunjukan tari dan teater, 71 pertunjukan musik, 36 karya sastra, 38 karya film dan 14 pameran. Selain itu juga terdapat program arsitektur bertajuk “Specific-Generic-Tribe” dengan tema "Heritage, Contemporary, Creation dan Exchange".

Puan mengatakan, ragam seni budaya yang ditampilkan nanti telah melalui hasil kurasi karya seni oleh kurator Europalia Indonesia dan Europalia internasional. Berbagai disiplin artis akan ditampilkan melalui dasar empat pilar.

Yaitu heritage, menampilkan warisan budaya Indonesia. Kedua contemporary, yaitu pertunjukan seni kontemporer Indonesia. Ketiga creation, menampilkan hasil kreasi baru karya para seniman Indonesia. Keempat exchange, yakni kolaborasi seni yang dihasilkan secara persamaan oleh seniman Indonesia dan Eropa.

Europalia Arts Festival berlangsung sejak tahun 1969. Festival dua tahunan ini merupakan salah satu festival seni dan kebudayaan terbesar di dunia sehingga menjadi peluang sekaligus tantangan untuk menunjukkan bahwa Indonesia sangat kaya akan karya-karya seni dan budaya, khususnya pada masyarkat Eropa.

Lebih lanjut Puan menjelaskan bahwa festival ini juga berkaitan dengan investasi dimana BKPM akan melakukan koordinasi juga. "Kami berharap nantinya ada pertemuan pebisnis-pebisnis di Brussel dan pebisnis dari negara-negara di Eropa itu," kata Puan.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT