Pop Up Cafe Music di Kedubes Australia

Suasana konser mini di Kedubes Australia di Jakarta. (Shanaz Marthy Utami)

Oleh: Shanaz Marthy Utami / AB | Minggu, 8 Oktober 2017 | 08:07 WIB

Jakarta - Teater Purnululu di Kedutaan Besar Australia diubah menjadi ruang santai bergaya kafe ala Melbourne dalam acara konser mini yang diselenggarakan Kedubes Australia di Jakarta, Sabtu (7/10). Konsep yang diusung dalam konser mini ini adalah pop up cafe music yang diberi judul "Lagu, Latte, dan Lamington" untuk merayakan kreativitas alumni Australia.

Pada kesempatan itu, Duta Besar Australia Paul Grigson mengatakan konsep pop up cafe music merupakan salah satu cara dalam memperkuat hubungan Australia dengan Indonesia. Dengan eratnya hubungan antara masyarakat, juga akan mempererat hubungan antara negara.

"Salah satu elemen yang dapat menghubungkan lebih erat lagi antara Australia dan Indonesia ke depan adalah melalui aktivitas kehidupan sehari-hari," ucap Dubes Grigson.

Grigson menambahkan ketertarikan dan upaya saling berbagi di kalangan masyarakat kedua negara, baik itu dalam makanan, aktivitas kreatif, atau hal lainnya, dapat membuat hubungan Australia dengan Indonesia menjadi lebih erat.

Konser mini tersebut menampilkan alumni Australia. Selain disuguhkan musik akustik, juga disuguhkan kopi dan makanan kecil teman minum teh sore hari khas Australia, seperti lamington dan biskuit Anzac. Mereka yang tampil adalah Band Prime Nova dari Universitas Podomoro yang membawakan lagu Indonesia dan internasional, dilanjutkan Neonomora, dan terakhir penampilan band akustik Jakarta DIAA dan Galih Galinggis. Galih merupakan salah satu lulusan John Martin Cass Academy di Sydney.




Sumber:
ARTIKEL TERKAIT