Ingat 5 Aturan Ini Saat Menggendong Bayi

Ilustrasi bayi (Istimewa)

Oleh: Herman / WBP | Minggu, 8 Oktober 2017 | 15:01 WIB

Jakarta - Menggendong bayi merupakan cara efektif untuk membantu tumbuh kembang anak menjadi lebih optimal. Konsultan menggendong bayi dari Trainee School of Babywearing UK, Dr Astri menyampaikan, efek positif yang bisa dirasakan dari aktivitas ini seperti bayi akan lebih tenang dan jarang menangis.

"Menggendong juga merupakan salah satu cara untuk mempererat ikatan batin antara orangtua dan bayi," kata Astri, di perayaan Pekan Menggendong Sedunia yang digelar komunitas Jabodetabek Babywearers, di Jakarta, Minggu (8/10).

Meskipun memiliki segudang manfaat, Astri mengatakan ada aturan yang harus dipenuhi ketika menggendong bayi, supaya bayi tetap merasa aman dan nyaman. Aturan menggendong tersebut sering disingkat TICKS. Berikut penjelasannya.

1. Tight atau ketat. Maksudnya kain gendongan harus dipasang dengan erat, sehingga bayi merasa seperti dipeluk.
2. In view at all times. Pastikan bayi selalu terlihat, tidak tenggelam dalam gendongan
3. Close enough to kiss. Pastikan bayi sejauh jarak kecupan Anda saat digendong.
4. Keep chin off the chest. Pastikan dagu bayi tidak menempel ke dadanya agar saluran pernafasan tidak terganggu.
5. Supported back. Gunakan gendongan yang dapat menyangga punggung bayi sampai leher dengan sempurna.

Selain kelima syarat tersebut, menggendong bayi juga ada tekniknya. Yang dianjurkan adalah posisi kaki mengangkang seperti membentuk huruf M atau istilahnya M-Shape.

"Cara menggendong yang benar adalah dengan teknik M-Shape. Jadi, dasar atau alas untuk bokongnya harus lebih lebar sampai ke paha, sehingga lututnya akan terdorong ke atas membentuk huruf M. Posisi ini paling aman karena membuat panggul bayi tetap berada di dalam rongganya," tambah Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumalogi dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Daffodilone Cahyadi.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT