Film My Generation Angkat Polemik Seputar Remaja Milenial

Sutradara, produser, dan pemain My Generation berfoto bersama. (Beritasatu Photo/Dina Fitrianisa)

Oleh: Dina Fitri Anisa / FER | Rabu, 11 Oktober 2017 | 16:13 WIB

Jakarta - Sebagai sutradara dan penulis naskah, Upi ingin menuangkan kegelisahan terhadap segala permasalahan anak remaja saat ini. Terlebih, dengan kemajuan zaman yang semakin canggih, segala keluhan, kegelisahan, dan segala ekspresi dapat dengan mudah mereka kirim dan sebarkan melalui sosial media. Hal ini, menjadi ide awal dirinya membuat kembali film remaja yang bertajuk My Generation.

Upi mengatakan, permasalahan remaja milenial cukup menarik. Film My Generation sendiri, ingin memberi realita lebih dekat tentang kehidupan generasi milenial.

"Saya senang membuat film remaja karena sifatnya dinamis. Fase remaja merupakan masa di mana gejolak kehidupan muncul dan harus mereka hadapi," ungkap Upi, di Jakarta, Selasa (10/10).

Menurutnya, aneka persoalan remaja milenial yang menjadi acuan dirinya untuk membuat sebuah film yang dapat mengubah perspektif anak remaja dan sekaligus kalangan orang tua.

Film ini, kata Upi, sangat menyiratkan generasi milenial saat ini, dimana proses pembuatannya telah melalui riset selama 2 tahun dan pengerjaan film nya sendiri menghabiskan waktu 1 tahun.

"Untuk film ini, saya melakukan riset yang intensif, dimana saya melihat komunikasi yang terjadi pada generasi milenial. Bahkan, beberapa dialog saya mengambil dan memasukkan percakapan anak milenial, sehingga dialog ataupun karakter di film ini benar-benar sesuai dengan gaya bahasa dan tren anak muda masa kini," tambahnya.

Film untuk remaja ini, rencananya akan tayang pada tanggal 9 November 2017. Saat ini, film My Generation sudah selesai di produksi dan sedang melalui proses sensor di Lembaga Sensor Film (LSF).




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT