Kempar Optimistis Raih 15 Juta Kunjungan Wisman

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, I Gde Pitana, Kasi Pemasaran Pariwisata, Disparbud Kota Malang, Agus, dan Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani. (Beritasatu Photo/Dina Fitriani Anisa)

Oleh: Dina Fitri Anisa / Chairul Fikri / FER | Senin, 13 November 2017 | 22:24 WIB

Malang - Pariwisata merupakan salah satu tonggak utama perekonomian Indonesia. Sebagai bahan acuan, Kementerian Pariwisata (Kempar) membuat target proyeksi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) hingga akhir tahun 2017 mencapai 15 juta dengan asumsi perolehan devisa sebesar US$14,9 miliar, atau harus menaikkan 3 juta dari capaian tahun 2016, di angka 12 juta.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kempar, I Gde Pitana, menjelaskan, pihaknya optimistis target tersebut bisa tercapai. Pasalnya, kenaikan wisman setiap bulannya terus meningkat, walaupun ada beberapa masalah yang sempat mengakibatkan wisman mengurungkan dirinya untuk pergi ke Indonesia.

"Saya optimistis bisa tercapai, walaupun harus diakui adanya penurunan jumlah kunjungan wisatawan pada bulan Oktober karena gangguan gunung Agung. Dari 22 September ke belakang gunung Agung statusnya awas. Adanya sedikit pembatalan perjalanan wisman ke Indonesia. Usaha kami adalah tidak mengatakan Bali aman, karena kami tidak tahu kapan gunung meletus. Tetapi, kami selalu mengatakan kehidupan di Bali normal. Sejak saat itu kedatangan wisman kembali normal dan tingkat cancelation pun menurun," ungkap Pitana dalam Sosialisasi Promosi Mancanegara di Malang, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

Menurutnya, program promosi dan pemasaran untuk mencapai target tersebut terus dilakukan. Dalam usahanya ini, kata Piatana, Kempar memanfaatkan momen World Travel Market (WTM) di ExCel London, Inggris.

"Sebanyak 48 pelaku bisnis pariwisata Indonesia, dari 7 provinsi yang difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengambil bagian di WTM London 2017. Dari tiga hari pameran, kita menargetkan 2.500 turis atau diuangkan devisa Rp 2,5 triliun. Diharapkan dengan adanya branding Wonderful Indonesia di dalam berbagai format di London seperti ini dapat meningkatkan citra destinasi Indonesia di benak masyarakat Inggris yang pada akhirnya dapat menarik minat mereka untuk berkunjung ke Indonesia," katanya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT