Kota Malang Genjot Promosi Wisata Lewat Aplikasi Digital

Salah satu tempat wisata alam andalan Malang, yaitu B29 di Desa Argosari, Senduro, Lumajang. (Istimewa)

Oleh: Dina Fitri Anisa / Chairul Fikri / FER | Senin, 13 November 2017 | 22:32 WIB

Malang - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengembangkan aplikasi berbasis Android bernama Malang Menyapa. Aplikasi ini dibuat untuk memperkenalkan pariwisata, yang meliputi tempat wisata, promo paket wisata, dan berita-berita terbaru dari Kota Malang.

Kasi Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Agung H Buana, mengatakan, ranah digital harus dimanfaatkan dengan baik sebagai sarana promosi.

"Kita menggunakan dana APBD, untuk membuat aplikasi Malang Menyapa. Teknologi digital sudah semestinya mendukung para pelaku industri wisata, tidak hanya wisatawan. Dalam aplikasi ini sudah ada informasi yang dibutuhkan. Kita memiliki tujuh ikon wisata, diantaranya destinasi, perbelannjaan, makanan, hotel, wisata, cendramata, dan hiburan," kata Agung dalam acara Sosialisasi Promosi Pariwisata Mancanegara di Malang, akhir pekan lalu.

Sampai saat ini, kata Agung, status Malang Menyapa sebenarnya masih dalam tahap pengembangan. Rencananya, pengelola usaha pariwisata di Kota Malang akan dibebaskan untuk melakukan promosi di dalam aplikasi itu. Para pelaku usaha tinggal melakukan pendaftaran dan membubuhkan konten di dalam aplikasi itu yang sesuai dengan usahanya.

"Pariwisata go digital itu memang sangat dibutuhkan,dan sudah semestinya kita mendukung upaya-upaya kemajuan wisata Indonesia. Saat ini, sudah ada 300 pelaku bisnis pariwisata yang ada didalam aplikasi ini. Pelaku wisata mendapatkan promosi gratis. Jadi dengan masuk ke aplikasi ini bisa mempromosikan usahanya. Pelaku wisata secara mandiri melakukan upload data," tutur Agung.

Jika tahun ini aplikasi Malang Menyapa fokus ke pasar wisatawan domestik, tahun depan akan Malang Menyapa akan melebarkan sayapnya. Yaitu dengan menyasar pasar wisatawan mancanegara (wisman) dengan aplikasi berpenampilan baru, dalam menambahkan fitur Bahasa Inggris dan Bahasa Belanda.

"Tahun depan, Malang Menyapa sudah hadir di platform iOS, dengan tampilan full bahasa Inggris dan Belanda. Kenapa mengunakan Bahasa Belanda juga? Karena banyak wisman asal Belanda yang datang ke Malang," ungkapnya.

Melalui aplikasi ini, kata Agung, Pemkot Malang menargetkan ada peningkatan kunjungan wisatawan. Terutama kunjungan wisatawan asing. "Tahun ini, target kunjungan wisatawan asing untuk Kota Malang sebanyak 800.000 hingga 1,5 juta orang," tambahnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT