Rayakan Ultah ke-66

Sido Muncul Angkat Wisata Kuliner Semarang

Peringatan hari ulang tahun ke-66 PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, dirayakan secara sederhana di Kawasan Wisata Bukit Cinta, Danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Selasa (14/11). (Suara Pembaruan/Stefy Thenu)

Oleh: Stefi Thenu / FER | Selasa, 14 November 2017 | 16:02 WIB

Semarang - Momentum peringatan hari ulang tahun ke-66 PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, dirayakan secara sederhana di Kawasan Wisata Bukit Cinta, Danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Selasa (14/11).

Acara perayaan ulang tahun ini, dihadiri ratusan undangan, diantaranya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, Bupati Semarang Mundjirin, pejabat sipil dan militer, serta tokoh masyarakat setempat.

Direktur Marketing Sido Muncul, Irwan Hidayat, mengatakan, pemilihan Rawa Pening dan sajian wisata kuliner khas Semarang dilandasi keinginan untuk mengangkat kawasan tersebut menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Danau Rawa Pening yang memiliki luas 2.670 hektare (ha), saat ini mengalami pendangkalan dimana hampir 70 persen permukaannya tertutup eceng gondok.

"Melalui kegiatan CSR, Sido Muncul telah melakukan penelitian pemanfaatan tumbuhan eceng gondok menjadi sumber energi baru, yakni semua bagian eceng gondok dapat dijadikan produk briket yang berbentuk pellet untuk digunakan sebagai energi baru pengganti minyak maupun gas," kata Irwan.

Mampu Bertahan

Irwan mengaku sangat bersyukur perusahaannya dapat bertahan cukup panjang, ditengah berbagai kondisi zaman. "Kuncinya, kami menjaga kerukunan antarsaudara. Itu yang menjadi pesan dari almarhum mama saya. Karena rukun, maka kami dapat berpikir postif dan terus melakukan kreasi dan inovasi sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman," ujarnya.

Menurut Irwan, sebagai perusahaan keluarga, kerukunan menjadi kunci utama untuk terus bertahan ditengah gempuran dan tantangan zaman. Dia mencontohkan, perusahaan di Jepang yang mampu bertahan hingga 8 abad. Hal itu, selain karena jauh dari konflik, juga terus berkreasi dan berinovasi menyesuaikan perubahan zaman.

Sebagai perusahaan publik, Irwan mengakui, Sido Muncul mampu memperoleh laba bersih pada semester ketiga 2017 sebesar Rp 380 miliar. Namun, secara umum, pendapatan perusahaan mengalami penurunan disebabkan minimnya daya beli masyarakat akibat kondisi perekonomian nasional yang masih lesu.

"Target yang bisa dicapai berkisar 40 persen, tak terlalu menggembirakan. Namun, kami bersyukur masih bisa mendapat sedikit profit di tengah kondisi ekonomi yang masih lesu," ujarnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT