Danau Rawa Pening Akan Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Jawa Tengah

Pengunjung menikmati suasana di Bukit Cinta, Rawa Pening, Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. (BeritaSatu Photo/Anselmus Bata)

Oleh: Anselmus Bata / AB | Selasa, 14 November 2017 | 21:31 WIB

Ungaran - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk memelopori upaya menjadikan Danau Rawa Pening sebagai salah satu destinasi wisata Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Upaya tersebut diawali dengan pengangkatan dan pembersihan eceng gondok yang hampir menutupi permukaan danau seluas sekitar 2.700 hektare sejak setahun lalu.

Selain itu, Danau Rawa Pening, khususnya di kawasan Bukit Cinta, dijadikan lokasi peringatan HUT ke-66 Sido Muncul. Selain karyawan dan jajaran direksi, Dirut PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio dan komunitas pengggemar motor besar yang tergabung dalam Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) juga hadir pada acara tersebut.

Direktur PT Sido Muncul, Irwan Hidayat mengatakan pihaknya sengaja merayakan ulang tahun ke-66 yang jatuh pada 11 November 2017 di pinggir danau yang terletak di Kabupaten Semarang itu untuk mengingatkan semua pihak tentang potensi wisata Danau Rawa Pening.

"Bila kawasan danau ini ditata dengan baik, banyak investor akan datang. Danau Rawa Pening bisa menjadi salah satu destinasi utama wisata di Jawa Tengah," kata Irwan di Ungaran, Selasa (14/11).

Langkah pertama yang dilakukan adalah membersihkan danau dari eceng gondok. Saat ini sekitar 70 persen permukaan danau ditutupi eceng gondok. Sejak setahun lalu, pihaknya mengangkat tanaman yang mempunyai kecepatan berkembang biak vegetatif sangat tinggi tersebut dan diolah menjadi sumber energi pengganti briket batu bara.

Langkah tersebut kemudian diikuti aksi konkret Pemkab Semarang yang secara rutin mengangkat eceng gondok dari Danau Rawa Pening.

Untuk menata kawasan tersebut, pihaknya bersama Pemkab Semarang juga akan melibatkan penggali pasir yang ada di kawasan hulu. Setiap hari mereka hanya mendapat penghasilan Rp 30.000, tetapi bila bekerja menata kawasan tersebut, pendapat mereka bisa menjadi Rp 120.000 per hari.

"Kita ingin kehidupan masyarakat di sekitar danau menjadi lebih sejahtera," kata Irwan.




Sumber:
ARTIKEL TERKAIT