Alunan Gamelan dan Tarian Nusantara Pukau Warga Suzdal

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi menari bersama para penari dari Tim Kesenian KBRI Moskwa dalam acara pergelaran Hari Budaya Indonesia di Museum Vladimir and Suzdal, Kota Suzdal, sekitar 270 kilometer dari Moskwa, Rusia, Sabtu, 2 Desember 2017. (Istimewa/Asni Ovier)

Oleh: Asni Ovier / AO | Rabu, 6 Desember 2017 | 15:11 WIB

Moskwa - Pertunjukkan gamelan dan tarian Nusantara dari Tim Kesenian KBRI Moskwa memukai warga Suzdal dalam sebuah pergelaran Hari Budaya Indonesia di Museum Vladimir & Suzdal, Kota Suzdal, Rusia, Sabtu (2/12). Suzdal adalah salah satu kota "Golden Ring Rusia", yang terletak sekitar 270 km dari Moskwa.

Dalam siaran pers yang diterima dari KBRI Moskwa, Rabu (5/12) disebutkan, pagelaran dibawakan oleh para pemain gamelan “Dadali” dan penari dari “Kirana Nusantara Dance" di bawah bimbingan Tri Koyo, pelatih gamelan, dan Elisabeth Nur Nilasari, pelatih tari KBRI Moskwa. Sebagian besar anggota tim kesenian tersebut merupakan warga Rusia pecinta budaya Indonesia yang menunjukkan kepiawaiannya dalam bermain gamelan dan menari tarian Indonesia.

Direktur Jenderal Museum Vladimir & Suzdal, Igor Konyshev mengatakan, kehadiran dan penampilan tim kesenian KBRI Moskwa di Suzdal yang dipimpin langsung oleh Duta Besar M Wahid Supriyadi memberi kesan yang sangat mendalam bagi masyarakat Suzdal. Warga mendapat kesempatan yang cukup langka untuk dapat menikmati langsung penampilan kesenian Indonesia yang sangat beraneka ragam dan unik.

“Terlebih lagi, pergelaran Hari Budaya Indonesia ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Kota Suzdal, tetapi mampu menarik lebih dari 1 juta wisatawan baik dalam maupun luar negeri,” kata Igor Konyshev.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi mengatakan, penyelenggaraan Hari Budaya Indonesia di berbagai daerah di Rusia, termasuk di Kota Suzdal, merupakan salah satu upaya KBRI Moskwa untuk lebih memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Rusia. Kedua negara telah memiliki hubungan baik di berbagai bidang kerja sama, mulai dari politik, ekonomi, hingga sosial dan budaya.

Menurut Dubes Wahid Supriyadi, pemahaman yang semakin baik mengenai Indonesia oleh masyarakat Rusia turut mendorong terjadinya peningkatan people to people contact. Hal ini antara lain terlihat dari semakin meningkatnya jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia yang signifikan.

Hingga September 2017 wistawan Rusia ke Indonesia telah mencapai lebih dari 81.000 orang atau naik 52% dibandingkan periode yang sama pada 2016, peningkatan tertinggi dibandingkan pertumbuhan jumlah wisatawan asing dari negara lain ke Indonesia.

“Tercatat pula peningkatan volume perdagangan bilateral Indonesia-Rusia untuk periode Januari-September 2017 yang mencapai US$ 1,8 miliar atau naik 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 1,5 miliar, serta frekuensi saling kunjung antarpejabat tinggi kedua negara,” kata Wahid.

Penampilan beberapa komposisi klasik Jawa oleh gamelan dan berbagai tarian Indonesia dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan selama dua jam penuh tersebut ditutup dengan tarian "Gemu Famire". Para pengunjung yang tidak beranjak dari tempat duduknya sejak awal pertunjukkan, termasuk anak-anak, dengan sigap langsung bergabung ikut menari di panggung pada akhir pertunjukkan dan tidak ketinggalan juga Duta Besar Wahid Supriyadi.

Rangkaian Hari Budaya Indonesia di Kota Suzdal diawali dengan workshop tarian tradisional Indonesia dan gamelan yang dibuka oleh Darmawan Suparno, Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Moskwa. Pelatihan diikuti oleh siswa-siswi dari sekolah musik dan tari di Kota Suzdal.

Para peserta sangat antusiasme dan bersemangat dalam mengikuti penjelasan maupun instruksi yang diberikan mengenai cara memainkan berbagai instrumen gamelan maupun dalam memperagakan tarian, seperti Randai dari Sumatera Barat. Bahkan, ada anak kecil yang ingin mencoba memainkan instrumen gamelan tampak menangis, karena tidak mendapatkan bagian alat musik dan harus menunggu giliran karena banyaknya jumlah siswa-siswi yang mengikuti pelatihan itu.

“Seusai workshop pun siswa-siswi tersebut masih enggan meninggalkan ruangan dan tampak asyik berdiskusi sambil mempraktikkan kembali gerakan-gerakan tari Randai yang habis mereka pelajari,” ujar Elisabeth Nur Nilasari, pelatih tari KBRI Moskwa.

Kota Suzdal merupakan salah satu kota wisata dan bersejarah di Rusia yang termasuk dalam 8 kota "Golden Ring Rusia". Suzdal dan Kabupaten Samosir sedang merintis kerja sama Kota Kembar (Sister City). Pada Agustus 2017, di tengah partisipasi pada rangkaian acara Festival Indonesia kedua di Moskwa, Bupati Samosir telah berkunjung ke kota tersebut dan mengadakan pembicaraan dengan wali kota Suzdal.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT