Kabupaten Sumenep Luncurkan 39 Event Pariwisata Tahun 2018

Acara Launching "Visit And Calender Of Event Sumenep 2018: Intresting and Healthy" yang dibuka oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti yang mewakili Menter Pariwisata Republik Indonesia bersama Bupati Sumenep, Busyro Karim beserta jajarannya yang berlangsung di Gedung Bailrung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di kawasan Jakarta Pusat, Selasa, 6 Desember 2017. (istimewa)

Oleh: Chairul Fikri / CAH | Rabu, 6 Desember 2017 | 18:18 WIB

Jakarta - Sebagai daerah yang punya potensi wisata yang besar, Kabupaten Sumenep yang berada di Pulau Madura Provinsi Jawa Timur memang kini terus menggenjot sektor pariwisata sebagai sektor unggulan pendulang devisa bagi daerah. Kabupaten Sumenep kini mulai memikirkan cara untuk terus memperkenalkan potensi pariwisatanya. 

Salah satunya dengan meluncurkan kalender event pariwisata di tahun 2018 mendatang yang diberinama "Visit and Calender Of Event Sumenep 2018: Intresting and Healthy" yang di luncurkan di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang berada di Kawasan Jakarta Pusat pada Selasa (5/12).

Diharapkan event ini akan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisawatan ke Sumenep yang dinilai punya potensi besar dalam destinasi pariwisatanya.

hal itu seperti yang diungkapkan Bupati Sumenep Busro Karim usai Launching acara tersebut.

"Sumenep sebagai daerah yang berada di ujung timur pulau Madura ternyata punya banyak destinasi menarik yang patut untuk dikunjungi. Melalui 39 event yang akan kita selenggarakan selama tahun 2018 mendatang diharapkan Sumenep bisa dikenal luas sebagai daerah tujuan wisata yang menarik. Nantinya akan ada event festival budaya, religi, sejarah, olahraga, serta festival kesehatan," ujar Bupati Sumenep Busro Karim usai peluncuran acara tersebut, Selasa (6/12).

Dikatakannya, Sumenep merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang mengenalkan destinasi kesehatan dimana Pulau Gili Iyang memiliki kadar oksigen tertinggi kedua di dunia setelah Yordania.

"Ini bisa dibuktikan dengan masih banyaknya orang yang tinggal disana memiliki umur yang panjang bahkan ada yang sampai umur 150 tahun tapi masih sehat dan sanggup bekerja," ungkap Bupati.

Dia berharapan wisatawan akan dapat mengunjungi Sumenep diwaktu-waktu penyelenggarakan event tersebut. Di samping itu, keramah tamahan dan kesiapan masyarakat disana dalam menyambut wisatawan pun diharapkan akan membuat wisatawan betah menjelajah Sumenep.

"Kita di Sumenep itu berusaha merubah imej jelek tentang suku Madura. Karena disadari atau tidak imej negatif tentang suku Madura itu memang menjadi kendala berkembangnya pariwisata di sana. Oleh sebab itu, Sumenep berusaha merubah imej itu dengan keramahtamahan masyarakatnya, dengan keasrian budayanya dan juga keindahan alamnya."

Selain akan ada Festival Karapan sapi Tradiosional, event besar yang akan diselenggarakan di Sumenep akan juga ada festival budaya dan keraton Sumenep yang hingga kini masih dilestarikan di Provinsi Jawa Timur.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT