Harry Boejl

Kontemplasi Sang Musisi Balada

Harry Boejl (kiri) berkolaborasi dengan musisi legendaris Ian Antono membawakan lagu Mata Dewa dalam konser Spirit of Legends di Space Concert Station, Jakarta, Kamis (18/8/2017). (Istimewa/Istimewa)

Oleh: F Rio Winto / RW | Rabu, 6 Desember 2017 | 22:06 WIB

Jakarta – Tidak ada kata terlambat untuk selalu menebar kebaikan. Demi mewujudkan hal tersebut setiap orang harus memandang jauh ke depan demi mendapatkan arah dan kemungkinan tindakan yang lebih bermakna bagi setiap orang.

Salah satu bentuknya adalah melakukan kontemplasi. Arti kontemplasi lebih kepada merasakan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, memikirkan dan merenungkan konsep kehidupan, mengevaluasi diri, menghayati perjalanan hidup selama ini. Semua itu ditempuh supaya tidak terlalu mengikuti kebiasaan yang terjadi selama ini.

“Saya menulis lirik lagu berjudul Kontemplasi. Alasan saya adalah supaya tidak salah melangkah dalam menjalani kehidupan. Sebab, usia terus bertambah dan ajal pun tidak tahu kapan tiba,” tutur Harry Boejl, penyanyi balada Tanah Air, kepada Investor Daily, di Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Sebagai manusia biasa, pria kelahiran Lamongan, Jawa Timur, 26 September 1972, itu pun berharap bisa memperbaiki diri sendiri dan mengajak orang lain untuk menebarkan virus kebaikan.

Sepak terjang Harry Boejl, dalam blantika musik nasional memang tergolong baru. Namun, suami dari Etty Novitasari (44 tahun) tetap memiliki tekad kuat untuk berkreasi dalam dimensi berbeda.

“Setelah puluhan tahun malang-melintang di dunia fotografi, saya pun merasa dunia tarik suara bisa menghibur banyak orang sekaligus menebarkan kebaikan,” tutur Harry Boejl yang memiliki bakat bernyanyi sejak duduk di bangku SMP.

Harry Boejl memilih untuk serius terjun ke dunia musik setelah ada dorongan semangat dari sahabat tercinta, Maxi Bahajjaj, atau biasa disapa Maxi King of Soul.

“Sejak Maxi membuatkan saya konser Nyanyian Jiwa di Amigos Kemang, Jakarta Selatan, Kamis 13 April 2017, hati ini mulai tergerak untuk lebih serius menekuni dunia musik. Semoga bisa diterima masyarakat,” tutur Harry Boejl, ayah dari Rinov Fajar Anugerah (19 tahun), Maurivi Putri Islamey (16 tahun), dan Viandryna Qanita Dawama (9 tahun).




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT