Cara Mengetahui Anak Mengalami Kekerasan atau Pelecehan Seksual

artikel ini akan mencoba membantu anda untuk melihat apabila terdapat tanda-tanda bahwa kekerasan atau pelecehan seksual telah terjadi kepada anak anda. ()

Oleh: / FAS | Kamis, 7 Desember 2017 | 08:06 WIB

Kasus pelecehan dan kekerasan terhadap anak-anak sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan di Indonesia. Berdasarkan laporan bulan September 2017, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat bahwa terdapat 116 kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak selama tahun ini. Sementara pada 2016, jumlahnya sebanyak 120 kasus, dan pada tahun 2015 terdapat 218 kasus.

Pelecehan seksual terhadap anak merupakan suatu masalah yang sering terjadi, namun tidak pernah dibahas, dan bahkan diterima dalam masyarakat. Terlalu sering apabila kita melihat kasus mengenai kekerasan terhadap anak, baik itu seksual atau tidak, kita tidak akan merasa hal itu akan terjadi kepada kita ataupun anak kita, namun pada kenyataanya hal ini dapat terjadi kepada siapapun, khususnya kepada anak-anak.

Kekerasan ini dapat menyakiti anak secara fisik maupun secara mental. Bukti bahwa anak anda telah menjadi korban kekerasan tidak akan selalu nampak di permukaan. Kekerasan atau pelecehan seksual yang terjadi tidak akan selalu melibatkan kontak fisik, dan tidak akan selalu meninggalkan bekas.

Maka dari itu artikel ini akan mencoba membantu anda untuk melihat apabila terdapat tanda-tanda bahwa kekerasan atau pelecehan seksual telah terjadi kepada anak anda.

  1. Perubahan karakter

    Perubahan karakter adalah tanda pertama yang anda perlu perhatikan pada anak anda. Apabila anak anda yang sebelumnya setiap hari ceria atau banyak cerita kemudian berubah bertolak belakang untuk waktu yang berkepanjangan, anda perlu berbicara dengan anak anda dan bertanya apakah ada yang terjadi. Perubahan karakter tidak selalu berarti anak anda mengalami kekerasan seksual, dan dapat juga terjadi karena faktor lain seperti stress.

    Anak yang telah menjadi korban kekerasan seksual kemungkinan akan lebih sulit tidur, lebih sering mimpi buruk, pada siang hari mungkin lebih sering melamun dan lebih sering mengalami moodswing seperti gampang marah, lebih penakut, atau lebih sering bersembunyi atau menyendiri. Perubahan pada pola makan juga dapat menandakan adanya tekanan mental pada anak anda.


  2. Membutuhkan perhatian lebih

    Watak bukan satu-satunya cara untuk melihat perubahan dalam sebuah karakter, terkadang anak yang sudah lebih tua akan kembali melakukan hal-hal yang dilakukan anak-anak yang lebih muda darinya, seperti mengompol atau mengemut jempol. Anak yang sebelumnya tidak tahu kata untuk alat kelamin tiba-tiba mengetahui juga merupakan sebuah pertanda bahwa telah terjadi sesuatu kepada anak anda.

    Tanda-tanda yang menunjukkan adanya kekerasan seksual biasanya cukup langka, apabila anda menemukan memar atau luka pada anak anda, segeralah ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Bukti kekerasan fisik atau seksual terhadap anak anda akan nampak seperti:


  3. Memar dan lain-lain

    Apabila anda melihat memar pada anak anda atau dia mengeluh sakit pada suatu bagian tubuhnya, tanyalah darimana dia mendapatkannya, apabila dia tidak ingin memberi tahu atau berusaha menyembunyikannya, ada kemungkinan kekerasan seksual telah terjadi. Cari juga apabila ada diskolorasi (perubahan warna), darah atau cairan yang keluar dari alat kelamin, anus atau mulut.

    Seringkali bukti fisik kekerasan seksual tidak akan langsung nampak, apabila anak anda mengeluh kesakitan pada alat kelamin atau anusnya, segeralah periksa ke dokter. Anak anda belum tentu mengeluh secara langsung, kemungkinan dia akan mengeluh sering sakit saat dia buang air kecil atau air besar, ini juga merupakan sebuah pertanda yang perlu diperiksa lebih lanjut ke dokter.


  4. Tanda-tanda eksternal

    Anda perlu curiga apabila tiba-tiba anak anda bercerita tentang teman barunya yang lebih tua, seringkali seorang pedofil akan mencoba mendekati seorang anak terlebih dahulu dan menjadi temannya, baik itu dengan mengajaknya ngobrol atau memberikannya permen atau mainan. Jika anda menemukan bahwa anak anda memiliki banyak mainan baru tanpa penjelasan, kemungkinan ada seseorang yang tidak anda kenal yang memberikan mainan tersebut kepada anak anda.

    Anak yang telah menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual juga kemungkinan menunjukkan pertanda dengan apa yang dia tulis, gambar, atau dari tingkah lakunya yang dapat berupa atau bersifat seksual atau menyeramkan. Anak anda mungkin juga mengajak teman-temannya untuk melakukan hal-hal yang tak sesuai umurnya, dan tak seharusnya dia ketahui.


Apabila anda menemukan salah satu pertanda yang tertera diatas, belum tentu anak telah menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual, amat penting bagi orang tua untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman agar dapat bertanya pada anak kita dan mereka berani menjawab pertanyaan kita. Apabila kita memilih untuk memarahinya, ia akan memilih untuk diam dan lebih takut untuk menceritakan apa yang telah terjadi kepadanya.

Jika anda menemukan bukti kekerasan atau pelecehan seksual pada anak anda, periksalah terlebih dahulu kepada dokter, dan apabila bisa dikonfirmasi memang karena pelecehan atau kekerasan seksual, segeralah melapor kepada pihak yang berwenang. #LindungiAnak, Anda pun dapat melaporkan segala bentuk tindakan kekerasan pada anak yang dialami/terlihat di lingkungan melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang ada di tiap provinsi dan/atau form pengaduan di website Kementerian PPPA.
Artikel ini didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT