Ini Penyebab Orang Indonesia Malas Memasak di Rumah

Peluncuran rangkaian peralatan dapur terbaru Philips di Jakarta, Kamis, 7 Desember 2017. (Beritasatu Photo/Indah Handayani)

Oleh: Indah Handayani / FER | Kamis, 7 Desember 2017 | 16:52 WIB

Jakarta - Makanan rumah merupakan faktor terpenting dalam pola hidup sehat. Sayangnya, banyak orang Indonesia yang masih merasa malas untuk memasak sendiri di rumah.

Head of Personal Health Philips Indonesia, Yongky Sentosa, mengatakan, orang malas memasak sendiri di rumah karena masih dirasa sulit, memakan waktu lama dan membosankan. Padahal, lanjut dia, menurut studi yang dilakukan oleh Julia A Wolfson MPP yang menganalisa data survei dari National Health and Nutrition Examination menyebutkan, orang yang sering memasak di rumah mengkonsumsi lebih sedikit karbohidrat, gula dan lemak ketimbang orang yang jarang memasak di rumah.

"Dengan demikian, memasak makanan sendiri di rumah merupakan bagian dari pola hidup sehat yang merupakan investasi awal untuk dapat menjaani masa tua dengan lebih sehat, sejahtera dan bahagia," ungkap Yongki di sela acara peluncuran rangkaian peralatan dapur terbaru Philips di Jakarta, Kamis (7/12).

Sementara itu, Chef Arimbi Nimpuno, menambahkan, penyebab orang Indonesia malas memasak karena bumbu untuk makanan Indonesia banyak sekali. Jadi, lanjut dia, bagi orang yang tidak suka ke dapur merasa terintimidasi dengan hal itu. Ditambah lagi, bumbu tersebut harus diulek yang menbutuhkan usaha lebih.

"Misalnya saja memasak makann yang mudah seperti nasi goreng. Hal ini membutuhkan setidaknya tiga sampai empat macam bumbu yang harus dihaluskan," ucapnya.

Sementata itu, dokter spesialis gizi dr Cindiawaty Pudjiadi MARS MS SpGK, menjelaskan, umumnya ibu dan keluarga Indonesia tahu dan paham soal gaya hidup sehat termasuk bagaimana pola makan sehat bagi keluarganya. Namun yang seringkali diabaikan adalah proses memasaknya. Sangat disayangkan apabila bahan bakunya sudah sehat, namun proses memasaknya justru menghasilkan makanan yang tidak sehat sehingga gizi makanan tidak maksimal.

"Misalnya proses menggoreng yang tentu saja menggunakan minyak yang banyak," kata dr Cindiawaty.

Lebih lanjut, dr Cindiawaty menjelaskan, penggunaan minyak ini akan meningkatkan total asupan kalori seseorang. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan resiko seseorang untuk menjadi obesitas. Obesitas, berhubungan dengan berbagai penyakit kronis, seperti hipertensi, penyakit jantung, dan lain sebagainya.

"Memasak sehat bisa juga dilakukan dengan cara masak yang sederhana, seperti mengurangi penggunaan minyak," tutup dr Cindiawaty.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT