Sempat Kesulitan, Kelly Tandiono Ketaginan Main Film Horor

Sempat Kesulitan, Kelly Tandiono Ketaginan Main Film Horor
Kelly Tandiono. ( Foto: Beritasatu.com/Chairul Fikrie )
Chairul Fikri / CAH Jumat, 12 Januari 2018 | 14:41 WIB

Jakarta - Sempat kesulitan dan mendapat tantangan berat berakting dalam film horor, kini artis Kelly Tandiono malah ketagihan. Wanita kelahiran Singapura, 28 Oktober 1986 yang sebelumnya berkiprah sebagai model ini terlibat dalam film horor pertamanya berjudul Rumah Belanda diproduksi Apollo Pictures dan A Daisy Irani Production.

Ini menjadi film horor pertama Kelly setelah lima tahun lalu pernah bermain dalam film Lo Gue End

"Yang jelas ini merupakan pengalaman pertama aku main di film bergenre horor. Jujur main dan berakting di film bergenre horor itu lebih susah karena aku harus mendalami benar sehingga emosinya harus benar-bener kelihatan. Beda dengan main film lain. Dan ini jadi pelajaran banget buat aku," ungkap Kelly saat ditemui di kawasan Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/1).

Wanita juga sempat menjadi model internasional itu mengaku bahwa selama bermain dalam film horor itu,  sempat mengalami rasa takut berlebihan. Ini lantaran syuting yang dilakukan selalu mengambil setting malam dan di tempat yang seram juga.

"Awalnya agak deg-deg kan juga main film horor karena syutingnya itu selalu malam dan tempatnya serem juga. Apalagi yang diceritain di film ini berdasarkan kisah nyata. Makanya aura mistisnya sangat kental banget. Tapi bersyukur selama syuting aku enggak mengalami kejadian yang aneh-aneh. Meski sebagian kru bilang sempat mengalami kejadian aneh, tapi untungnya aku enggak," tuturnya.

"Dan buat aku main film horor itu nagih. Next kalo ada project main film horor lagi kalau itu jalan ceritanya bagus dan menantang aku pasti mau," tutupnya sambil tersenyum.

Dalam film Rumah Belanda yang diambil dari sebuah kisah nyata, Kelly berperan sebagai Raya yang berprofesi sebagai penulis buku. Dia mendapat tantangan untuk membuat biografi seorang wanita kaya bernama Hilda. Dalam perjalanan ceritanya, Raya membuat buku itu disebuah rumah peninggalan Belanda yang sudah lama tidak dihuni oleh Hilda.

Di rumah itu, Raya dan beberapa penghuni lainnya kerap mendapat gangguan dari makhluk halus yang berwujud seorang anak kecil yang kemudian diketahui bernama Alice. Alice sendiri ternyata dibunuh dan dikubur di dalam rumah tersebut oleh seorang keturunan Belanda bernama Van Hillem. Alice dibunuh karena Van Hillem merasa kesal gundi kesayangannya yang berasal dari Belanda pecah.



Sumber: BeritaSatu.com