Reshape, Relift, dan Contouring Wajah Bakal Makin Diminati

Reshape, Relift, dan Contouring Wajah Bakal Makin Diminati
Sebuah acara yang digelar atas kerja sama Miracle Aesthetic Clinic dengan Markplus bertajuk “Aesthetic Outlook 2018 – Reshape, Relift, Contouring”, membahas tentang bagaimana perkembangan industri estetika di Indonesia dan tren apa yang terjadi di tahun 2018 dalam dunia estetika. ( Foto: istimewa )
Euis Rita Hartati / ERH Jumat, 12 Januari 2018 | 14:56 WIB

Jakarta – Kesadaran akan kesehatan kulit dan keinginan untuk memiliki kontur wajah ideal, sehingga dapat meningkatkan self-esteem dan social acceptance di masyarakat, membuat orang-orang dalam berbagai generasi tersebut melakukan prosedur perawatan kecantikan. Bahkan generasi millenial pun saat ini sudah melakukan treatment untuk lebih menyempurnakan bentuk wajah. Hal ini menunjukan bahwa segmen umur konsumen dari industri estetika sangatlah luas. Tren reshape-relift-countoring bakal makin diminati masyarakat pada 2018, untuk untuk mendapatkan bentuk wajah agar makin menarik.

“Bukan sekadar bentuk wajah V-shape yang kini di inginkan oleh masyarakat, tetapi lebih kepada bagaimana agar tampilan dan kontur wajah seseorang menjadi lebih ideal secara keseluruhan. Hal itulah yang mendasari terjadinya tren reshape-relift-countoring ada tahun 2018 ini," jelas dr Lanny Juniarti Dipl.AAAM, Founder & Presiden Direktur Miracle Aesthetic Clinic Group, dalam acara yang digelar atas kerja sama Miracle Aesthetic Clinic dengan Markplus bertajuk “Aesthetic Outlook 2018 – Reshape, Relift, Contouring”, membahas tentang bagaimana perkembangan industri estetika di Indonesia dan tren apa yang terjadi di tahun 2018 dalam dunia estetika.

Reshape yaitu prosedur membentuk kembali struktur wajah sehingga menjadi lebih ideal, terutama wajah bagian bawah agar terlihat lebih V-shape. Untuk relift adalah mengencangkan/mengangkat kembali kulit kendur terutama di wajah bagian bawah yang tampilan garis rahangnya tidak sempurna. Sedangkan contouring merupakan langkah pembentukan wajah untuk mengembalikan bentuk ideal dan proporsional antarasetiap segmen agar terlihat sempurna secara 3 dimensi.

Miracle Aesthetic Clinic dalam hal ini juga terus menyajikan perawatan unggulan untuk treatment "Reshape, Contouring dan Relift" dengan prosedur non invasive guna membantu orang-orang mendapatkan tampilan dan kontur wajah ideal yang dilihat dari berbagai angle. Perawatan tersebut seperti Miracle Radiesse Filler, Miracle Aptos Excellence Total Lift yaitu perawatan dengan tanam benang terbaru dari Miracle, juga Miracle Botox Cosmetic yang pasti aman dan hasilnya efektif.

​Selain itu, industri estetika sekarang mempunyai berbagai konsumen dari lintas generasi. Yang pertama adalah baby boomer yang lahir pada rentang tahun 1946 – 1960, kedua generation X lahir pada tahun 1961 – 1980, ketiga generation Y lahir 1981 – 1995, dan generation Z yang lahir di atas tahun 1995.

Dr.Lanny menjelaskan lebih lanjut, terdapat pula 4 jenis tipe wajah untuk treatment "Reshape Relift Contouring". Tipe pertama, Positive Ageing, merupakan tipe orang yang ingin mengatasi masalah penuaan, membuat tampilan wajah lebih muda terutama untuk mengatasi kehilangan volume pada wajah, menghilangkan kerutan atau mengencangkan kulit.

Tipe yang kedua adalah Transformation, yakni tipe orang yang ingin menyempurnakan bentuk wajahnya, misalnya yang terlihat chubby menjadi lebih tirus dan lebih ideal. Sedangkan tipe yang ketiga adalah Beautyfication, yang mana orang tersebut ingin terlihat lebih cantik dan bentuk wajahnya lebih proporsional. Keempat adalah tipe Correction, yaitu orang yang bentuk wajahnya kurang simetris, sehingga melakukan perawatan agar kontur wajahnya menjadi lebih ideal.

"Dengan tren terbaru di tahun ini, Reshape, Relift, Countouring, Miracle Aesthetic Clinic selalu berkomitmen memberikan layanan terbaik khas Miracle guna memenuhi demand masyarakat dalam bidang estetik," jelas Lanny.

Jacky Mussry, Deputy CEO Markplus, menjelaskan tahun 2018, pemain di industri kecantikan haruslah melakukan dua hal, yaitu meningkatkan attraction dan curiosity di masyarakat dengan dua pendekatan yakni human spirit dan digitalization. Dua hal tersebut dilakukan karena konsumen pada industri kecantikan akan mudah terpicu untuk memakai produk yang membuat mereka tertarik dan menimbulkan rasa ingin tahu.

Sementara pendekatan human spirit dilakukan untuk memberikan fokus kepada manusianya. Sementara itu, di era yang tanpa batas ini, tentunya digitalization haruslah menjadi salah satu pendekatan pemain industri kecantikan untuk memenangkan pasar.