Vivi Perkenalkan Kain Sasirangan dan Pagatan ke New York Fashion Week

Vivi Perkenalkan Kain Sasirangan dan Pagatan ke New York Fashion Week
Desainer Vivi Zubedi akhirnya mewujudkan impiannya membawa kain sasirangan dan pagatan untuk dikenal di dunia internasional. Kedua jenis kain tradisi asal Kalimantan ini untuk pertama kali diperkenalkan Vivi di New York Fashion Week The Show (NYFW), kota New York, pekan lalu. ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / CAH Selasa, 13 Februari 2018 | 14:10 WIB

Jakarta - Desainer Vivi Zubedi akhirnya mewujudkan impiannya membawa kain sasirangan dan pagatan untuk dikenal di dunia internasional. Kedua jenis kain tradisi asal Kalimantan ini untuk pertama kali diperkenalkan Vivi di New York Fashion Week The Show (NYFW), kota New York, pekan lalu.

Lewat kedua jenis kain ini pula, Vivi menciptakan 34 koleksi Hijab Modest Wear Fashion, yang diperagakan oleh 24 model profesional di ajang tersebut.

Sekitar 500 tamu, termasuk Miss Universe Demi-Leigh Nil Peters yang hadir memenuhi gedung Industri di Downtown Manhattan, dibuat kagum oleh keindahan koleksi bertema Urang Banua, rancangan terbaru Vivi Zubedi. “Saya berharap bisa mendapatkan buyer sehingga diharapkan nantinya bisa membantu perekonomian para pengrajin di Banua Borneo,” ungkap Vivi dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Selasa (13/2).

Keinginan tulus yang didorong oleh rasa prihatin Vivi terhadap kehidupan sebagian dari para perajin kain sasirangan dan tenun pagatan. Meski setia mempertahankan warisan budaya hingga kini, namun kehidupan mereka belumlah sesejahtera karya yang mereka buat.

“Jika keadaan ekonomi seperti itu terus berlangsung, saya khawatir kelak warisan budaya kita sedikit demi sedikit akan punah. Logikanya, untuk apa bertahan pada hal-hal yang tidak memberikan kesejahteraan hidup? Pasti akan berpalinglah dari sana, lalu menggeluti jalan lain yang memberikan mereka kesejahteraan,” ujar Vivi.

Seperti halnya kain tradisi lainnya di Tanah Air, kain pasirangan dan tenun pagatan juga memiliki keunikan tersendiri. Hanya saja, kain dari Kalimantan ini diakui Vivi memang belum banyak dikenal. Jangankan di mata internasional seperti halnya batik, di mata nasional saja masih banyak yang belum tahu kita memiliki kain khas yang bernama Sasirangan dan tenun Pagatan.

Melalui suksesnya di ajang NYFW, kini Vivi optimis akan mampu mengajak masyarakat untuk cinta dengan kain Borneo. “Jika mata dunia bisa menerima karya ini, kenapa mata nasional tidak bisa? Ini kan sebuah kebangaan untuk kita sebagai bangsa Indonesia,” tambahnya.



Sumber: BeritaSatu.com