Rangkaian shampo dan kondisioner Syoss.
Dikembangkan dan diuji penata rambut profesional dari Jepang.

Jakarta -
Masyarakat Indonesia kembali mendapat penawaran produk tata rambut. Kali ini produk dari Jepang bernama Syoss (baca: Sayos). Menjagokan formulasi yang dikembangkan dan diuji oleh profesional perawatan rambut asal Jepang, produk perawatan dan penataan rambut ini mengklaim bisa memberikan tampilan rambut seperti "dari salon" setiap hari.

Saat peluncuran Syoss di Indonesia, beberapa waktu lalu, Irene Notorahardjo, Marketing Manager distributor Syoss, PT Henkel Indonesien, mengungkap, merek ini sudah berkembang sejak tahun 1977 di Jepang. Namun, baru 1-2 tahun belakangan ini merek ini dikembangkan ke lebih 50 negara, termasuk Indonesia.

Mencoba memasuki pasar Indonesia yang sudah cukup banyak "pemain" dalam produk penataan rambut, Syoss mengunggulkan teknologi yang mereka namakan "Pro-cellium Keratin". Teknologi ini diklaim bisa memperbaiki batang rambut dan sudah digunakan banyak penata rambut di seluruh dunia, serta memiliki rangkaian untuk penataan dan perawatan rambut di bawah 1 merek.

"Syoss memiliki 3 rangkaian: Hair Care, Hair Styling, dan Hair Color. Masing-masing memiliki kategori-kategori pembagian lagi. Belum ada merek lain yang memiliki pembagian kategori produk semacam ini di bawah 1 merek. Bagi pelanggan, hal ini menjadi keuntungan, karena produk-produk ini dirancang untuk saling melengkapi. Jadi, pelanggan cukup membeli dari 1 merek, tidak perlu bingung," jelas Hendro Wibowo, Head of Sales Henkel Beauty Care kepada Beritasatu.com.

Untuk rangkaian Hair Care (shampo dan kondisioner), terdapat 3 kategori: Repair (untuk rambut sangat rusak, tegang, berwarna, maupun dikeriting); Moisture Intensive Care (untuk melembapkan rambut kering dan kasar); dan Anti-dandruff Control (untuk melawan ketombe).

Sementara untuk Hair Styling, terdapat kategori Strong Hold (gel dan wax); Straight and Shine (jelly dan wax); dan Curl Control (whip dan cream). Untuk Hair Color, terdapat beberapa jenis warna yang bisa dipilih, seperti merah, hitam, dan pirang untuk digunakan di rumah maupun di salon.

Seorang editor majalah fashion, Agnes yang mengaku pernah mencoba shampo dari Syoss merasa kurang cocok. "Rasanya seperti agak kasar. Per helai rambut saya sudah tebal. Setelah menggunakan Syoss, rasanya seperti tambah kasar," kata Agnes.

Sementara seorang rekan Beritasatu.com yang memiliki rambut dengan helai tipis (fine hair) ketika mencoba shampo dan kondisioner Syoss mengaku puas dan merasa rambutnya lebih mudah diatur karena hasil akhirnya tidak selemas saat menggunakan shampo lainnya.

Bisa jadi, perbedaan komentar di atas berkait dengan asal negara pengembang Syoss. Shunsuke Sugai, penata rambut dari Shunji Matsuo Indonesia yang diajak Syoss untuk berbicara mengenai produk ini mengatakan, ada sedikit perbedaan antara jenis rambut orang Indonesia dengan orang Jepang. Karakter rambut kebanyakan orang Indonesia dalam penilaiannya, per helainya lebih tebal dibanding rambut kebanyakan orang Jepang. Sementara Syoss dengan teknologinya membantu memperbaiki batang rambut sehingga terasa lebih tebal per helainya.

Bila Anda penasaran, coba dulu shampo maupun kondisioner yang dijual dalam bentuk sachet berukuran 5ml. Menurut Hendro, Syoss sudah hadir di beragam modern market, seperti Lotte Mart.

Penulis: /WEB