Ilustrasi anak tengah minum.

Pernahkah Anda melihat kalau si kecil sering sekali minum? Seringkali kita sebagai orangtua menganggap saat anak haus berlebihan karena mereka terlalu aktif bermain.

Padahal, kondisi haus berlebihan harus diwaspadai sebagai indikator dari gangguan atau penyakit serius. Seperti dikutip dari Buzzle, ada aneka penyebab haus berlebihan yang bisa terjadi pada anak:

1. Diabetes Mellitus
Salah satu penyebab paling umum kehausan berlebihan adalah diabetes. Penyakit ini ditandai triad klasik polifagia (kelaparan yang berlebihan), polidipsia (haus yang berlebihan) serta poliuria (buang air kecil yang berlebihan).

Gejala-gejala ini terjadi karena adanya kelebihan glukosa dalam aliran darah. Ini adalah diabetes tipe 1 yang terjadi pada anak-anak dan juga dikenal sebagai insulin dependent diabetes.

Hal ini terjadi karena insulin yang memproduksi sel-sel beta pada pulau Langerhans di kelenjar pankreas dihancurkan, karena penderita tidak cukup memproduksi insulin dalam tubuh.

Jenis diabetes ini juga dikenal sebagai juvenile diabetes (diabetes remaja), seperti yang terlihat pada anak-anak.

2. Diabetes Insipidus
Diabetes insipidus adalah suatu kondisi yang mana terdapat kekurangan hormon anti-diuretik atau ketidakpekaan terhadap organ ginjal.

Hormon anti-diuretik merupakan hormon yang bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal ke ginjal dan harus menyerap air sebanyak mungkin.

Sehingga, gejala penderita yang mengalami diabetes insipidus adalah sering buang air kecil begitu pula pada anak. Hal ini menyebabkan hilangnya banyak cairan dari tubuh. Karena kekurangan cairan akhirnya si kecil merasakan rasa haus yang berlebihan.

3. Dehidrasi
Dehidrasi merupakan kondisi hilangnya banyak cairan dari tubuh. Salah satu penyebab umum dehidrasi pada anak adalah infeksi virus, yang menyebabkan demam tinggi, muntah serta diare.

Penyebab lain dari dehidrasi pada anak adalah infeksi bakteri dan parasit, yang dapat menyebabkan hilangnya banyak cairan dalam bentuk diare.

4. Lemah jantung
Penyebab lain dari haus yang berlebihan pada anak adalah adanya gagal jantung kongestif. Kondisi ini adalah lemah jantung sehingga organ tak mampu memompa darah serta oksigen.

Tidak cukupnya darah dan oksigen mencapai organ menimbulkan semacam upaya untuk anak pada tahap ini. Terkadang, karena kurangnya volume darah dalam tubuh, yang dikenal sebagai kondisi hipovolemia, menyebabkan rasa haus yang berlebihan.

5. Penyakit ginjal
Apabila jumlah cairan yang masuk pada tubuh anak tak sebanding dengan jumlah yang dikeluarkan melalui buang air kecil, maka kemungkinan anak akan menderita penyakit ginjal.

Ginjal memiliki sistem filtrasi alami. Bila terjadi gangguan pada ginjal, ginjal akan memproduksi banyak urine yang sangat encer.

Hal ini karena ginjal tak bisa melakukan tugasnya dengan baik, yaitu mempertahankan sekaligus menyerap air sebanyak mungkin. Gejala lain dari penyakit ginjal seperti haus berlebihan, buang air berlebihan serta adanya rasa terbakar di kandung kemih.

Penulis: Yudo Dahono/YUD

Sumber: Buzzle