Fasli Jalal

Jakarta - Bicara mengenai kependudukan, seringkali dianggap sebahagian masyarakat Indonesia sebagai sesuatu yang tidak terlalu penting. Padahal bicara tentang kependudukan, berkaitan erat dengan masalah pendidikan, kesejateraaan masyarakat, masalah kesehatan, bahkan dapt menyinggung aspek yang lebih luas seperti ekonomi.

Makin banyaknya problematika kependudukan dirasakan semakin pula menambah beban negara, karena negara harus lebih banyak lagi menanggung jumlah penduduknya. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menganggap problematika kependudukan sebagai salah satu hal yang terpenting. Karena dengan memiliki keluarga kecil (anak 2) maka jaminan kesehateraan masyarakat lebih bisa terkontrol dengan baik.

Hal itulah yang kemudian menarik BKKBN untuk menggunakan partner para publik figur sebagai media yang baik untuk menyebarkan program-program kependudukan. Bicara tentang publik figur maka tak lepas dari peran media infotainment (hiburan) sebagai media yang disukai oleh sebagaian masyarakat dikalangan ekonomi rendah.

Bagi sebagian masyarakat, acara infotaiment dirasakan mampu menggiring opini masyarakat untuk mengikuti trend dari publik figure idolanya. Hal itulah yang kemudian mendorong BKKBN sebagai lembaga negara yang mengurusi masalah kependudukan untuk menjadikan media infotaiment sebagai media sosialisasi program-program BKKBN.

Hal itu terkuak dalam pertemuan antara BKKBN dan beberapa produser Infotaiment di Tartine cafe FX dikawasan Senayan, Rabu (19/6), untuk menemukan formulasi yang baik untuk bicara tentang kependudukan.

"Media Infotaiment kami lihat mampu mensosialisasikan program-program BKKBN. Karena melalui Infotaiment, Masyarakat dapat melihat publik figure idolanya yang membangun sistem keluarga dan pembentukan keluarga kecil bahagia itu dapat dilihat dari roll model publik figure dalam pemberitaan Infotaiment," ungkap Prof. Dr. H Fasli Jalal, Sp GK, PhD, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Lebih lanjut dijelaskan Fasli Jalal, BKKBN berharap dengan menggandeng media Infotaiment maka masyarakat mampu memahami apa yang dimau oleh pemerintah khususnya BKKBN dalam menciptakan keluarga kecil bahagia,

"Kami berharap dengan menggandeng media infotaiment sebagai media partner kami dalam mensosialisasikan program-program BKKBN, masyarakat tahu dan mengerti tentang bagaimana membentuk keluarga, tentang bagaimana membina keluarga dan tentang bagaimana menciptakan keharmonisan keluarga. Dan kami berharap dengan adanya kerjasama ini masyarakat dapat paham tentang merencanakan pembangunan sebuah keluarga dari bagaimana merencanakan anak pertama, lanjut anak kedua, dan mengatur jarak antara anak pertama dan kedua. Jadi Hal ini akan kita diskusikan kembali tentang bagaimana keinginan

BKKBN tentang sosialisasi pembentukan keluarga dengan roll model tayangan infotaiment itu sendiri," lanjut Fasli Jalal.

Hal senada diungkapkan Farid Iskandar selaku Pemimpin Redaksi Cek dan Ricek Digital. Dirinya mengungkapkan bahwa pilihan BKKBN menggandeng media infotaiment sebagai media partner dalam mensosialisasikan program pembangunan keluarga kecil bahagia dengan mengambil model publik figure adalah langkah yang tepat karena dengan media Infotaiment yang kini jumlahnya lebih dari 25 tayangan ini, masyarakat diharapkan semakin paham bahwa membangun keluarga kecil itu lebih indah dengan roll model publik figure itu sendiri.

"Buat saya, sebuah penghargaan yang besar dari BKKBN yang mau menggandeng Infotaiment sebagai media partner untuk mensosialisasikan program keluarga kecil bahagia ini. Naum hal yang harus disadari adalah bahwa BKKBN harus benar-benar memilih dan memilah model yang akan dijadikan sample pembangunan keluarga kecil ini. karena tidak sedikit publik figur yang kelakuaanya kurang mendidik misal dengan pernikahan dini, married by accident (MBA) atau perilaku kawin cerai. Hal itu harus benar-benar difikirkan bersama agar program yang direncanakan dapat sesuai dengan visi dan misi BKKBN sebagi lembaga yang mengurusi masalah kependudukan," terang Farid Iskandar.

 

Penulis: Chairul Fikri/AF