Ilustrasi saling memaafkan.

Jakarta - Halal Bihalal dengan seluruh keluarga besar adalah tradisi yang ditunggu kaum Muslim di Indonesia saat hari raya Idul Fitri. Namun, acara kumpul keluarga juga bisa menjadi momen yang dihindari oleh beberapa orang.

Hal tersebut disebabkan karena pada saat kumpul keluarga masing-masing orang akan menanyakan kabar anggota keluarganya yang jarang ditemui. Dan pertanyaan yang paling ditakutkan atau dibenci oleh sebagian orang adalah, "kapan nikah?".

"Biasanya yang menanyakan itu adalah para bude atau tante. Cukup sebal dengarnya karena setiap tahun mereka tidak bosan menanyakan itu ke semua keponakannya", ujar Irvan (26) kepada Beritasatu.com, Jakarta, Kamis (8/8).

Irvan juga menambahkan, kalau saja pertanyaan itu dilontarkan pada saat dia memiliki pacar mungkin reaksinya akan berbeda.

"Tahun ini saya lagi jomblo, jadi makin sensitif dengarnya", tandasnya seraya tertawa.

Senada dengan Irvan, Sita (29) juga merasa tidak suka bila bude atau tantenya menanyakan hal tersebut.

"Kalau sehabis nanya dan kita jawab seadanya mereka langsung diam sih mungkin tidak begitu menjadi masalah. Tapi, yang bikin malas bila pertanyaan mereka diikuti oleh petuah-petuah klise tentang mencari jodoh yang ideal", kata Sita.

Menurut Sita nasihat-nasihat yang dilontarkan terkadang justru memojokkan dia.

"Kadang terkesan kalau saya sepertinya tidak becus sebagai perempuan, sehingga tidak ada lelaki yang mau sama saya", ujarnya.

Lain halnya dengan Rita (26), yang juga tidak menyukai pertanyaan "kapan nikah?", tapi tetap berusaha untuk menerimanya dengan pikiran terbuka.

"Memang tidak bisa dipungkiri saat kita berkumpul dengan sanak saudara yang jarang kita temui sehari-hari pertanyaan seperti itu akan ada. Mereka hanya ingin mengetahui kabar terbaru dari kita dan saudara lainnya", ungkap Rita.

"Yah nasib bagi yang single dan umurnya sudah di atas 25 tahun, pertanyaan tentang pasangan dan pernikahan pasti akan menjadi pertanyaan pertama yang dilontarkan", tambahnya.

Bagi Rita yang masih single, hal tersebut tidak begitu mengganggunya. Bahkan dia sudah mempersiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan tersebut.

"Jangan terlalu dianggap serius. Jawab saja sambil bercanda dan kemudian coba alihkan pembicaraan", sarannya.

Penulis: Kharina Triananda/YS