Kementerian PPPA Dorong Pengentasan Kemiskinan Perempuan

Menteri PPPA, Yohana Yembise, (Istimewa)

Oleh: Dina Manafe / FER | Selasa, 21 Maret 2017 | 21:36 WIB

Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bekerja sama dengan Millennium Challenge Account (MCA) Indonesia untuk mengentaskan kemiskinan pada perempuan. Keduanya sepakat untuk mengakhiri kemiskinan tersebut melalui pertumbuhan ekonomi.

Menteri PPPA, Yohana Yembise, mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah strategis pemerintah bersama MCA-Indonesia dalam mewujudkan program unggulan Three Ends dari Kementerian PPPA, salah satunya akhiri ketidakadilan akses ekonomi terhadap perempuan.

Kerja sama dengan MCA-Indonesia, kata Yohana, mendukung implementasi pasca keterlibatan Indonesia pada rangkaian acara Komisi Status Perempuan (Commission on the Status of Women/CSW) tanggal 13-17 Maret, di New York, Amerika Serkat (AS). Ini sebagai upaya peningkatan kesetaraan gender, pemberdayaan serta perlindungan perempuan dan anak di Indonesia.

"Kesetaraan gender dalam perekonomian sangat penting dalam menciptakan kesejahteraan global yang adil bagi semua," kata Yohana, di Jakarta, Selasa (21/3).

Kerja sama ini diharapkan menjadi momentum penting untuk meningkatkan koordinasi antara pemerintah dengan swasta guna mempercepat pelaksanaan kebijakan mengenai pemberdayaan dan perlindungan hak-hak perempuan serta anak di Indonesia. Pemberdayaan ekonomi perempuan dinilai tepat untuk menjawab tantangan dan peluang baru.

Dalam kegiatan ini, Kementerian PPPA dan MCA-Indonesia menyusun kertas kebijakan tentang kesempatan ekonomi perempuan dalam ekonomi rendah karbon. Juga tentang mendukung pengarusutamaan gender dalam strategi perubahan iklim, dan merancang strategi nasional pelibatan laki-laki untuk peningkatan status kesehatan dan gizi keluarga melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).

Juga melakukan pertemuan konsultasi dan koordinasi dengan pembuat kebijakan dan masyarakat sipil terkait peningkatan kapasitas kewirausahaan perempuan, pengarusutamaan gender dalam energi terbarukan, dan pengelolaan sumber daya alam.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT