Albert Einstein dalam Genius

Adegan film "Genius". (Istimewa)

Oleh: Klement Galuh A / AB | Jumat, 21 April 2017 | 15:26 WIB

Genius adalah sebuah serial televisi yang mengeksplorasi perjalanan seorang fisikawan yang kemudian tumbuh menjadi ikon dunia, Albert Einstein. Dengan sangat independen, sangat pintar, dan selalu penasaran, Einstein mengubah cara manusia melihat alam semesta. Konsekuensinya, serial ini akan mengubah cara penonton memandang Einstein. Dari kegagalan dan prestasi awal di dunia akademisi, hingga pencarian cinta dan hubungan manusia secara emosional, maka terangkailah 10 bagian yang melukiskan seorang Albert Einstein sebenarnya, dalam segala kerumitannya.

Fisikawan kenamaan ini jarang meninggalkan rumah tanpa musik yang telah menginspirasinya dalam mengembangkan beberapa teori paling elegan dalam sains. Fisikawan besar itu sendiri pernah berkata bahwa jika ia tak menjadi ilmuwan, ia tentu akan menjadi musisi.

“Hidup tanpa bermain musik tak terbayangkan bagi saya. Saya menghidupkan lamunan saya dalam musik. Saya melihat hidup saya dalam musik…Saya mendapatkan sebagian besar sukacita dari musik,” kata Einstein.

Mozart kemudian menjadi komponis favoritnya, bersama Bach, selama sisa hidupnya. Itu mungkin bukanlah sebuah kebetulan. Seperti yang telah diungkapkan oleh banyak penulis biografi Einstein, musik Bach dan Mozart memiliki banyak kesamaan dalam hal kejelasan, kesederhanaan, dan kesempurnaan arsitektural dengan apa yang selalu dicari Einstein dalam teori-teorinya.

Einstein memiliki beberapa biola sepanjang hidupnya. Ia memberi masing-masing biola itu nama panggilan kesayangan yang sama: “Lina”, kependekan dari violin. Dalam perjalanannya, ia sering membawa Lina untuk bermain musik kamar pada sore hari di rumah seseorang, dan ia juga menjalin banyak persahabatan karena musik.

Einstein terus bermain hingga mendekati akhir hayatnya. Hanya ketika tangan kirinya yang menua tak lagi bisa menekan senar-senar, ia meletakkan Lina secara baik-baik. Tetapi, ia tak pernah kehilangan gairahnya terhadap musik.

Lagu Bad Romance milik Lady Gaga sempat menjadi hits di tahun 2009. Kini pada 2017, "Albert Enstein" kembali membawakan lagu tersebut lewat sebuah permainan biola. Dalam sebuah channel YouTube milik National Geographic, sang ilmuwan terlihat piawai memainkan lagu Bad Romance dengan alat musik gesek tersebut. 

CEO National Geographic Courteney Monroe mengungkapkan pemilihan lagu Lady Gaga untuk Super Bowl bukan tanpa alasan yang jelas. Bad Romance dianggap sangat pas untuk menggambarkan perjalanan hidup Einstein selama ini.

“Pemilihan lagu adalah makna yang benar-benar dalam. Tidak banyak orang tahu bahwa Einstein memiliki serangkaian 'bad romance' dalam hidupnya. Karena kalian hanya tahu tentang kejeniusannya,” papar Monroe seperti dipetik dari Aceshowbiz.

Serial Genius diproduseri oleh Brian Grazer, dan Ron Howard, dengan cerita yang diambil berdasarkan buku terlaris dan kritis milik Walter Isaacson, Einstein: His Life and Universe yang diadaptasikan oleh penulis Noah Pink.

Aktor pemenang Academy Award, Geoffrey Rush berperan sebagai Albert Einstein di masa tua dan aktor pendatang baru Johnny Flynn memerankan ilmuwan ternama pemenang hadiah Nobel di bidang fisika saat masih muda. Istri Einstein diperankan oleh Emily Watson, sebagai Elsa Einstein. Elsa adalah istri kedua sekaligus keponakan dari Albert Einstein sendiri.

Saksikan tayangan perdana serial Genius pada Minggu, 23 April 2017 pukul 18.00 WIB di NatGeo Channel, First Media channel 361 (HD) & 110 (SD), BIGTV channel 304 (HD) & 305 (SD).






Sumber: View Magazine
ARTIKEL TERKAIT