Pembalap Repsol Honda Marc Marquez (kanan) dan Dani Pedrosa finis satu-dua di Grand Prix of the Americas, 21 April 2013.

Jakarta - Tim Repsol Honda punya banyak alasan untuk berpesta. Pertama dan terpenting, mereka telah menemukan pengganti Casey Stoner yang setara, dan mungkin lebih menjanjikan karena baru berusia 20 tahun.

Kedua, membayar lunas hasil Grand Prix Qatar di mana Yamaha finis satu-dua, dengan menempatkan Marc Marques dan Dani Pedrosa di podium teratas Texas.

Ketiga, perjudian dan investasi mereka pada Marquez mulai menunjukkan hasil: meraih hasil podium pada debutnya di seri perdana musim 2013, menjadi pemegang pole termuda di seri kedua, dan menjadi juara grand prix termuda sehari kemudian.

Dan juga baru dua kali berlaga di kelas teratas balap motor ini, dia sudah memuncaki klasemen sementara berdua dengan Jorge Lorenzo.

Sensasi Marquez memang tak pernah habis. Menjadi juara dunia Moto2 sebelum musim berakhir tahun lalu, dan menutup karirnya di sana dengan menjuarai grand prix terakhir 2012 penuh gaya… dari posisi start paling belakang.

Sebelumnya nama dia menjadi bahan pergunjingan karena Repsol Honda berniat merekrutnya, padahal ada aturan seorang rookie MotoGP harus lebih dulu membela tim satelit, dan baru tahun kedua boleh masuk tim utama seperti Repsol Honda.

Honda begitu ngotot merekrut dia, dan akhirnya peraturan itu dicabut. Spanish connection, menurut mereka yang sinis dengan lonjakan karir Marquez itu. Repsol Honda berbasis dan disponsori perusahaan Spanyol; CEO penyelenggara MotoGP Carmelo Ezpeleta adalah orang Spanyol; dan Marquez adalah putra Spanyol.

Untungnya tim-tim besar menahan diri untuk tidak mengungkit masalah itu, sehingga penggemar MotoGP sekarang bisa mendapat tontonan menarik dari sensasi baru bernama Marquez ini, yang sama sekali tidak mengecewakan dan pantas membuat sebuah aturan dicabut.

Berkah ini bukannya tidak menciptakan masalah bagi Honda, namun bisa dibilang masalah yang manis, yaitu: siapa pembalap utama di tim sekarang? Pedrosa yang tak pernah pindah tim lain di MotoGP atau Marquez yang dua kali menyalipnya dalam seluruh dua penampilannya sejauh ini?

Tentu menyenangkan bagi tim yang dua pembalapnya sama-sama hebat dan punya potensi bukan hanya juara seri, tapi juga juara dunia.

Mungkin yang terakhir ini adalah sensasi penutup yang dijanjikan Marquez.

Penulis: Heru Andriyanto/HA