Dani Pedrosa

Dani Pedrosa cukup percaya diri menyongsong seri keempat MotoGP di Le Mans, namun ada satu hal yang mengkhawatirkan dirinya yaitu cuaca buruk yang bisa membuat hasil balapan sulit ditebak.

Grand Prix Prancis sering berlangsung dalam kondisi hujan, seperti yang terjadi musim lalu.

“Seperti yang kukatakan sedari awal, kondisi cuaca akan penting karena Le Mans merupakan sirkuit dengan fitur-fitur yang unik. Sebagai contoh di sana ada beberapa tikungan berkarakter sangat lambat, dan beberapa tikungan yang menuntut pengereman kuat, serta beberapa ‘tikungan buta’,” kata pembalap Repsol Honda itu yang telah kembali ke performanya dengan menjuarai Grand Prix Spanyol.

“Kalau anda tahu bagaimana menangani titik-titik itu dengan baik, maka tidak ada misteri di sisa sirkuit lainnya. Tapi saat seperti ini dalam satu tahun, cuaca buruk mengubah semuanya, membuatnya jadi lebih rumit,” kata Pedrosa di blog resminya.

Musim lalu Pedrosa cukup sukses mengikuti balapan di sirkuit basah atau dalam kondisi hujan serta bisa menjuarai beberapa di antaranya, namun bukan di Le Mans yang menjadi milik rival asal Yamaha, Jorge Lorenzo.

“Tahun demi tahun kami telah melewati temperatur dingin dan hujan. Kita tunggu saja karena hal seperti ini benar-benar mengubah setelan (motor). Tapi untuk para penggemar hal seperti ini tidak terlalu menjadi masalah karena aku ingat atmosfer di Le Mans, apa pun kondisi cuaca mereka selalu di sana sejak hari Kamis (sesi latihan) hingga selesai.”

“Ini merupakan salah satu balapan dengan tradisi terbesar, dan panggung penonton di lintasan lurus sangat panjang, selalu penuh orang dan sangat dekat dengan lintasan.”

Penulis: Heru Andriyanto/HA