Jorge Lorenzo berlaga di Sirkuit Le Mans, 19 Mei 2013.

Le Mans - Balapan di Le Mans hari Minggu (19/5) lalu benar-benar mimpi buruk bagi Jorge Lorenzo, karena untuk pertama kalinya sejak awal musim 2012 dia gagal finis di podium di balapan yang diselesaikannya.

Selain itu, jaraknya di klasemen dengan duo Honda Dani Pedrosa dan Marc Marquez juga makin jauh.

Di putaran awal Grand Prix Prancis yang diguyur hujan, Lorenzo sudah disalip Pedrosa dan memasuki putaran sembilan makin banyak pembalap yang melibasnya, bahkan dari tim-tim satelit.

Pembalap Yamaha itu terpuruk hingga posisi sembilan, dan akhirnya bisa finis ketujuh hanya karena rekannya Valentino Rossi dan pembalap LCR Honda Stevan Bradl terjatuh.

Hasil ini cukup ironis menngingat dalam sesi pemanasan menjelang balapan, Lorenzo yang juara di Le Mans musim lalu tampil sebagai yang tercepat.

"Menurutku ban belakang tidak beres, itulah masalah utamanya," kata Lorenzo usai balapan.

“Kami mencoba di pemanasan hanya satu putaran untuk membersihkan ban sebelum balapan, dan saat itu aku merasa ada yang tidak beres. Namun kami berpikiran penyebabnya mungkin setelan motor yang awalnya disiapkan untuk trek kering.”

“Motor satunya lagi disiapkan untuk trek basah jadi kupikir ini hanya masalah setelan. Setelah berpikir ulang lagi sekarang, aku menduga masalahnya ada di ban belakang.”

Akibat problem itu, Lorenzo benar-benar kesulitan di tikungan dan tak bisa berbuat banyak ketika satu demi satu rivalnya menyalip.

“Ketika masuk tikungan aku merasa seperti berada di atas es dan ban belakang terkunci. Di dalam tikungan motor tak punya daya cengkeram dan traksinya terus selip.”

"Setiap tikungan rasanya seperti mimpi buruk dan aku berulang kali berpikir akan jatuh. Tahun lalu aku bisa menang di trek basah dengan jarak 10 detik dan motornya kurang lebih sama, jadi aku tak berpikir ada hal lain yang bermasalah kecuali ban."

“Biasanya aku bisa lebih cepat di balapan daripada ketika pemanasan. Begitulah balapan, kadang-kadang hal semacam ini menimpa anda. Hari ini kami memakai ban yang salah.”

 

Penulis: Heru Andriyanto/HA

Sumber:Crash.net