Marquez: Mesin yang Rusak Masih Baru

Pembalap Repsol Honda Marc Marquez. (MotoGP.com)

Oleh: Heru Andriyanto / HA | Senin, 28 Agustus 2017 | 03:20 WIB

Silverstone - Marc Marquez menyebutkan bahwa mesin Honda miliknya yang rusak di Grand Prix Inggris, Minggu (27/8), sebetulnya masih tergolong baru.

Dia menjelaskan bahwa mesinnya tidak memberikan tanda-tanda akan rusak sebelum akhirnya mati, dan dia harus menarik kopling karena merasakan ban belakang terkunci ketika peristiwa itu terjadi.

“Mesinnya bekerja sempurna, namun tiba-tiba ketika saya tiba di ujung lintasan lurus, rusak begitu saja,” papar Marquez usai balapan.

“Saya segera menarik kopling karena merasakan ban belakang terkunci, dan pada kecepatan 300km/jam saya tidak mau terbang."

“Ada masalah mekanik dalam mesin, sekarang kami harus mengetahui apa yang terjadi untuk kepentingan ke depannya, karena ini mesin yang baru."

“Namun saya yakin Honda akan bisa cepat memahami dan kami akan meningkat lagi."

Marquez, yang memulai dari pole position di Sirkuit Silverstone, belum pernah memimpin lomba dalam balapan itu, namun dia mengatakan sedang menunggu saat terakhir untuk menyerang sebelum mesinnya rusak.

“Saya berusaha mengendalikan balapan demi menghemat ban depan, karena itu merupakan masalah terbesar kami ketika temperatur meningkat," ulasnya.

“Bahkan dengan cara itu saya bisa dengan nyaman menguntit (Maverick) Vinales – dan saya lihat bahwa Valentino (Rossi) di depan namun tidak bisa menjauh."

“Saya benar-benar merasa bagus di atas motor, berusaha mengelola balapan sepanjang waktu, menunggu hingga beberapa putaran terakhir untuk menyerang."

“Ketika Dovi (Andrea Dovizioso) menyalip, saya mulai sadar bahwa dialah orangnya (yang paling unggul), jadi saya berusaha mengikuti Dovi, dan itulah alasannya ketika dia menyalip Vinales, saya juga segera menyalip Vinales untuk terus menempel Dovi karena dia membalap dengan sangat bagus."

Cemaskan Peluang
Marquez menambahkan ketika mesinnya rusak, yang pertama terlintas di benaknya adalah hilangnya posisi puncak klasemen.

Dalam insiden di Sirkuit Silverstone itu, Marquez tengah bertarung di posisi tiga mengejar pembalap Ducati Andrea Dovizioso, ketika motor Honda miliknya berasap di ujung lintasan lurus putaran ke-14.

Dia terpaksa menepikan motor, dan kemudian tidak meneruskan lomba yang tinggal tersisa enam setengah putaran.

“Pada momen itu, saya tidak memikirkan apa yang sebetulnya terjadi (penyebab kerusakan mesin). Saya hanya memikirkan klasemen,” kata Marquez usai balapan.

“Keunggulan kecil yang kami punya sebelum balapan -- Anda tak mau kehilangan keunggulan dengan cara demikian."

Dovizioso akhirnya memenangi balapan tersebut, artinya dia sekarang di puncak klasemen, unggul sembilan poin atas Marquez.

“Namun ini bagian dari balapan dan bisa terjadi. Yang paling penting adalah kami masih berjuang merebut kemenangan."




Sumber: Motorsport.com
ARTIKEL TERKAIT