Menang Balapan Seru Australia, Marquez Dekati Gelar

Dari kiri: Marc Marquez, Valentino Rossi, Maverick Vinales. (MotoGP.com)

Oleh: Heru Andriyanto / HA | Minggu, 22 Oktober 2017 | 13:27 WIB

Phillip Island - Marc Marquez kian dekat dengan gelar juara dunia MotoGP 2017 setelah menjuarai balapan yang sangat menegangkan di Australia, sementara Valentino Rossi memenangi pertempuran segitiga Yamaha untuk merebut posisi kedua, Minggu (22/10).

Di pihak lain, peringkat dua klasemen Andrea Dovizioso hanya bisa finis ke-13, ketinggalan dua posisi hanya beberapa meter menjelang finis dan sekaligus tertinggal 33 poin dari Marquez dengan dua seri tersisa.

Untuk meringkas serunya laga tersebut bisa digambarkan sebagai berikut: sedikitnya lima pembalap berbeda bergantian memimpin balapan sepanjang 27 putaran itu dengan sejumlah insiden. Dalam prosesnya, pembalap Tech 3 Yamaha Johann Zarco sempat menyenggol Marquez, motor Marquez menohok bahu Rossi, dan motor Rossi juga menabrak ban belakang Zarco.

Goresan bekas pertempuran terlihat jelas pasca balapan. Buritan motor Marquez retak dan di bahu kiri Rossi terdapat bekas ban Marquez.

Kalau Dovi kehilangan dua posisi sekaligus tepat di mulut garis finis, maka tiga motor Yamaha hanya terpaut 0,1 detik antara Rossi, Maverick Vinales yang finis ketiga, dan Zarco di belakang mereka berdua.

Zarco adalah bad boy dalam balapan tersebut. Dalam ambisinya merebut kemenangan pertama kelas MotoGP, dia terlibat insiden dengan Marquez, entah berapa kali dengan Rossi, lalu sempat memaksa Vinales melebar, juga dengan pembalap Suzuki Andrea Iannone dan pembalap tuan rumah Jack Miller.

Dalam perspektif yang lebih luas, pembalap seperti inilah yang membuat MotoGP punya banyak penggemar di dunia: gigih, berani ambil risiko, namun tetap terukur dan menghormati batas keselamatan.

Maka tak heran pembalap Prancis itu tampak sedih dan lesu setelah kesempatan finis podium di depan mata hilang karena kalah sprint menjelang finis melawan dua motor tim utama. Dia punya mental pemenang.

Bicara soal mental juara, para penggemar MotoGP harus menaruh respek pada Marquez. Dia seperti berpikir bahwa Sirkuit Phillip Island adalah miliknya, tanpa grogi dan pegang kendali penuh saat dikepung tiga motor Yamaha.

Bahkan sedikitnya dua kali dia masih sempat menengok jauh ke belakang saat menikung dan bertarung ketat dengan para lawannya.

Kata komentator MotoGP Matthew Birt: "tampaknya Marquez ingin melihat di mana posisi rival utamanya Dovizioso, untuk mengukur sejauh mana dia bisa ambil risiko di balapan ini."

Seolah tahu Dovi berada di luar 10 besar, Marquez tampil lebih tenang dan tanpa beban, lalu mulai meningkatkan perlawanan ke para penunggang Yamaha yang terus mengganggunya. Begitu berada paling depan tujuh putaran menjelang finis, dia tak mengendorkan gas dan finis dengan selisih 1,7 detik dari Rossi.

Juara Australia tahun lalu, Cal Crutchlow, finis kelima untuk LCR Honda, menaklukkan Iannone yang kehilangan daya cengkeram ban belakang di babak akhir balapan.

Miller yang sempat memimpin balapan di putaran-putaran awal akhirnya harus puas finis ketujuh akibat problem yang sama seperti Iannone, disusul pembalap Suzuki Alex Rins.

Duo Red Bull KTM Pol Espargaro dan Bradley Smith berturut-turut finis sembilan dan 10.

Sirkuit pinggir laut ini tampaknya memang lebih menjadi masalah bagi Ducati dibandingkan Dovi. Pembalap Ducati yang finis terbaik di sana adalah Scott Redding dari tim satelit Pramac, dan hanya di urutan 11.

Antara dia dan Dovi terdapat pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa.

Bagian belakang motor Marquez yang retak akibat senggolan di GP Australia. (Box Repsol)




Sumber: Fox Sports TV
ARTIKEL TERKAIT