Valentino Rossi (kanan) dan Jorge Lorenzo.
Juga layak dinanti: lanjutan Pedrosa vs Lorenzo, dan rookie Marquez melawan veteran Rossi.

Musim 2013 kemungkinan besar akan berlangsung jauh lebih seru dari tahun kemarin dengan makin matangnya Dani Pedrosa untuk bertarung head-to-head dengan sesama pembalap Spanyol Jorge Lorenzo, dan kehadiran juara dunia Moto2 Marc Marquez yang baru berumur 19 tahun, menantang veteran Valentino Rossi.

Di balik perseteruan Honda-Yamaha itu, Ducati dengan pemodal baru produsen mobil papan atas Audi siap menjegal bersama pembalap berbakat asal Italia, Andrea Dovizioso, yang sudah membuktikan diri musim lalu dengan meraih banyak hasil podium meski cuma mengendarai motor tim satelit.

Namun duel yang sarat emosi dan kontroversi justru paling mungkin hadir dari Rossi dan Lorenzo.

Emosional karena secara historis mereka pernah berseteru panas baik di trek maupun di garasi, dan kontroversial karena puncak permusuhan itu terjadi ketika dulu mereka berada di satu tim.

Sekarang mereka bersatu lagi di Yamaha dan masing-masing berucap manis kalau mereka saling menghormati, akan mengedepankan tim dan tak akan membahayakan rekan sendiri.

Tapi bisakah Rossi dan Lorenzo dipercaya soal itu? Rossi kembali ke Yamaha bukan sekedar bernostalgia, tapi karena ingin kembali menang. Kalau soal mencari gaji, walaupun tidak disebutkan jumlahnya tapi the Doctor pernah mengaku yang dia terima di Ducati dulu malah lebih tinggi.

Dulu Lorenzo  datang sebagai rookie MotoGP di Yamaha dan langsung tenggelam di balik bayang-bayang Rossi yang sedang dalam puncak karirnya. Di samping sering terjatuh karena kesalahan sendiri, Lorenzo juga kerap dipecundangi dalam duel one-on-one dengan jagoan Italia itu, dan agak  “dizolimi” ketika Rossi memutuskan untuk memberi sekat di garasi mereka berdua.

Sekarang Lorenzo yang berstatus juara dunia dan Yamaha sendiri menyebutnya sebagai pembalap nomor satu, Rossi nomor dua. Jadi susah dipercaya dia akan menerima Rossi dengan senyum manis dan tangan terbuka seperti ucapannya.

Yang lebih seru lagi, sejak mereka berduet 2008 Yamaha langsung mengusasai gelar juara dunia lewat Rossi pada 2008 dan 2009, dan Lorenzo pada 2010.

Berikut ringkasan persaingan mereka baik ketika masih bersama di Yamaha maupun ketika Rossi pindah ke Ducati:

2008-2010:
Juara Seri: Rossi 17 - Lorenzo 14
Podium: Rossi 39 - Lorenzo 34
Pole: Lorenzo 16 - Rossi 10
Lap tercepat: Rossi 13 - Lorenzo 9
Juara dunia: Rossi 2 - Lorenzo 1

2011-2012:
Juara seri: Lorenzo 9 - Rossi 0
Podium: Lorenzo 26 - Rossi 2
Pole: Lorenzo 9 - Rossi 0
Lap tercepat: Lorenzo 7 - Rossi 2
Juara dunia: Lorenzo 1 – Rossi 0

Prestasi MotoGP sepanjang karir sampai 2012:
Juara seri: Rossi 79 - Lorenzo 23
Podium: Rossi 141 - Lorenzo 60
Pole: Rossi 49 - Lorenzo 25
Lap tercepat: Rossi 67 - Lorenzo 16
Juara dunia: Rossi 7 - Lorenzo 2

Rata-rata capaian dibagi jumlah musim yang mereka ikuti (Rossi 13 musim, Lorenzo 5 musim):
Juara seri per musim: Rossi 6,1 - Lorenzo 4,6
Podium per musim: Lorenzo 12 - Rossi 10,8
Pole per musim: Lorenzo 5 - Rossi 3,8
Lap tercepat per musim: Rossi 5,2 - Lorenzo 3,2
Juara dunia per musim: Rossi 0,5 - Lorenzo 0,4

Penulis: