Ajang Bintang Radio (RRI) yang sudah tergerus dengan industri dunia hiburan dan musik tanah air.
Padahal, banyak penyanyi terkenal di masa lalu lahir dari ajang Bintang Radio (RRI).

Apa kabar Lomba Bintang Radio (RRI)? Mungkin banyak orang yang sempat mengalami masa kejayaan ajang tahunan tersebut masih mengingat, betapa prestisiusnya ajang yang kerapkali diikuti ratusan bahkan ribuan masyarakat Indonesia dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Namun hanya yang terbaiklah yang kemudian akan menjadi juaranya. Namun saat ini, ajang tersebut nyaris dilupakan.

Sejak tahun 1990, nama pemenang dari ajang pencarian bakat di dunia tarik suara tersebut tidak lagi menggaung. Terlebih di era 2000-an, ketika banyak ajang pencarian bakat dilangsungkan secara audio visual, lomba Bintang Radio semakin tenggelam bersama arus industri di dunia hiburan.

Hal tersebut tentu saja membuat Rosarita Niken Widiastuti, Direktur Utama RRI merasa gusar. Sebab, untuk mengembalikan kejayaan ajang tersebut tidaklah mudah dan perlu dukungan banyak pihak, termasuk pelaku industri rekaman. Sebab, menurutnya, tidak banyak perusahaan rekaman yang mau bekerjasama untuk merekam suara para pemenang lomba Bintang Radio.

"Memang sejak tahun 1990-an, pemenang lomba Bintang Radio (RRI) tidak lagi terdengar di industri musik nasional. Padahal, untuk menjaring sejumlah pemenang dalam berbagai kategori, RRI melakukan kerja keras hingga ke seluruh pelosok tanah air," ujar Rosarita melalui siaran pers yang diterima Beritasatu.com hari ini.

Namun setelah beberapa tahun tanpa adanya 'dukungan', tahun ini RRI akhirnya mendapatkan harapan baru, lantaran ada perusahaan rekaman yang dengan terbuka menjalin kerjasama dengan pihak RRI.

"Kami berharap, kerjasama dengan Nagaswara ini bisa berhasil dengan baik. Jika pamor pemenang bisa dikembalikan, maka pamor RRI juga diharapkan bisa kembali seperti dulu," kata Rosarita.

Kerjasama RRI dan Nagaswara dilakukan untuk pembuatan single dari pemenang ajang Bintang Radio (RRI) 2011 kategori pop, yakni Dorkas Lea Waroy dari RRI Jayapura, Papua dan Rando Sembiring dari RRI Pekanbaru, Riau.

Menurut Rahayu Kertawiguna, pemilik Nagaswara, dirinya merasa terpanggil untuk memberikan jalan bagi para pemenang ajang Bintang Radio (RRI) lantaran tanggung jawab moral sebagai perusahaan yang bergerak di idnustri musik.

"Banyak perusahaan rekaman yang mementingkan tampilan luar seorang penyanyi saja, namun kami punya tanggung jawab moral untuk apa pun. Apalagi saya melihat Dorkas dan Rando memiliki kemampuan olah vokal yang luar bisa bagus. Jadi, kenapa enggak didukung," ujar Rahayu.

Sejak diselenggarakan pada tahun 1951, Bintang Radio (RRI) sudah menjadi ajang prestisius yang menjaring penyanyi yang berasal dari semua RRI di wilayah Nusantara. Di masanya, lomba Bintang Radio (RRI) menghasilkan penyanyi-penyanyi rekaman besar seperti Sam Saimun, Bing Slamet, Ping Astono, Ratna, Ade Ticoalu dan Pranajaya.

Inilah para juara Bintang Radio (RRI) angkatan pertama yang suaranya direkam oleh Perusahaan Piringan Hitam Lokananta. Di paruh berikutnya, muncul generasi seperti Titik Puspa, Ivo Nilakresna, Olan Sitompul, Harvey Malaiholo, Rafika Duri dan Andi Meriem Matalatta.

Penulis: /FMB