Pembicara Saresehan Budaya, dari kiri ke kanan: Ahmad Tohari (Pengamat Budaya Jawa), Biksu Dharma Tedja, Permadi (Tokoh Politik), Dharma Sashangka (Budayawan).

Cilacap - Terkikisnya nilai-nilai ketimuran yang terjadi saat ini menjadikan degradasi moralitas masyarakat Indonesia saat ini makin memprihatinkan. Terutama budaya dari daerah Jawa yang kini mulai ditinggalkan oleh generasi muda, hal itu yang membuat sebagian tokoh budaya Jawa prihatin. Sehingga perlu diadakan suatu inovasi agar budaya di Indonesia khususnya budaya Jawa bisa menjadi jati diri bangsa.

Karena itu, beberapa tokoh budaya Jawa menggelar sarasehan dan diskusi tentang budaya Jawa di Padepokan Agung Sanghyang Jati, di Pegunungan Selok, Srandil, CIlacap, Jawa Tengah, Senin (11/3).

"Tujuan diadakan sarasehan ini adalah untuk mengingatkan kembali masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Jawa pada khususnya tentang nilai-nilai budaya bangsa yang kini mulai terkikis oleh zaman dan peradaban," ungkap Biksu Dharma Tedja sebagai pengelola Padepokan SangHyang Jati, Gunung Selok, Srandil, Cilacap.

lebih lanjut dijelaskan bahwa para tokoh bangsa mulai merasakan keresahan kebudayaan bangsa kini tidak lagi digunakan untuk mengungkap jati diri bangsa.

"Saya Prihatin dengan masyarakat Indonesia yang kini tidak lagi mempunyai jati diri yang mencerminkan orang timur, mereka lebih bangga dengan budaya asing. sehingga saya beserta teman-teman seperti Permadi, SH, Ahmad Tohari (pengamat kebudaayan Jawa), KGPH Haryo (dari Keraton Yogyakarta) dan KGPH Tedjo Wulan (dari Keraton Solo) mempunyai gagasan untuk menggelar sarasehan ini dengan tujuan agar kita sebagai bangsa kembali memiliki Jati diri," Jelas Biksu Dharma Tedja.

Senada dengan Dharma Tedja, Permadi juga menilai bahwa kini masyarakat Indonesia mulai kehilangan arah dan tujuan pembangunan sebuah bangsa. sehingga perlu adanya suatu formula untuk kembali membuat Indonesia menjadi bangsa yang mengerti adat istiadat.

"Secara jujur kita prihatin dengan generasi muda, generasi muda lebih mengenal Superman, Batman, dan lainnya ketimbang mengenal Gatot Katja, Semar, Gareng sebagai idolanya, dan lebih parahnya generasi muda mulai meninggalkan kebudayaan kita sebagai bangsa yang bertata krama dan memegang adat istiadat. Sehingga yang terjadi adalah degradasi bangsa yang menyebabkan Indonesia semakin terpuruk," ujar Mantan anggota DPR RI itu.

Ditambahkan Permadi, untuk mengembalikan jati diri bangsa perlu kembali ditanamkan nilai-nilai budaya sejak dini, sehingga harkat dan martabat bangsa dapat kembali terangkat.

"Yang harus kita lakukan adalah kembali menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda sejak dini agar kita sebagai bangsa dapat dinilai sebagai bangsa yang bermartabat tanpa melupakan nilai-nilai kebudayaan," lanjutnya.

Acara tersebut digelar dalam rangka ulang tahun Padepokan Sanghyang Jati, Gunung Selok, Srandil, Magelang dan dihadiri oleh tokokh-tokoh masyarakat dan aparatur pemerintahan dari berbagai daerah di Jawa Tengah, diantaranya pelajar, mahasiswa, guru, aparatur pemerintahan yang ada di Jawa Tengah.

Penulis: Chairul Fikrie