Ricky Jo.

Jakarta - Ricky Johannes tutup usia, Jumat (22/3) kemarin akibat serangan jantung. Almarhum sebelumnya sempat mendapatkan pertolongan pertama di Rumah Sakit MMC, Jakarta Selatan.

Seperti yang dituturkan Hani, salah satu kerabat Ricky yang mengetahui persis detik-detik Ricky menghembuskan napasnya yang terakhir, sebelum dibawa ke RS MMC, Ricky sempat mengeluhkan dadanya sakit. Padahal saat itu, ia baru saja selesai meeting bersama rekan-rekannya untuk membahas sebuah acara yang akan diselenggarakannya.

"Jadi kronologinya, dari Epicentrum setelah meeting, kurang lebih pukul 16.00 WIB, dia merasakan sakit. Ia sempat bilang kepada saya mau bawa mobil sendiri tapi saya bilang jangan. Akhirnya pakai taksi ke MMC (rumah sakit)," ujar Hani yang ditemui di RS MMC, Jumat (22/3).

Ia melanjutkan, karena jarak yang tidak terlalu jauh dari gedung Epicentrum menuju RS MMC, sehingga dengan segera Ricky tiba di rumah sakit.

"Namun saat di depan pintu rumah sakit, dia (Ricky kejang). Sebenarnya sejak di taksi sudah mulai kejang. Langsung dibawa ke UGD (Unit Gawat Darurat). Saya masih merasakan napasnya ada dua sampai tiga kali. Kemudian diambil tindakan, tapi enggak tertolong," terangnya panjang lebar.

Masih menurut Hani, sebenarnya sejak perjalanan dari rumah menuju Epicentrum, Ricky sempat menghubunginya dan meminta menemani lantaran kondisinya kurang sehat.

"Tadinya Ricky mau ke Setiabudi Building tapi karena macet akhirnya ke Epicentrum," terang Hani.

Begitu dihubungi almarhum, Hani langsung menuju lokasi tempat pertemuan Ricky bersama rekan-rekannya. Hani menuturkan, ia sudah terbiasa menemani Ricky jika diminta.

"Saat ketemu dia masih meeting. Tapi saya enggak melihat wajahnya pucat. Selesai meeting baru ia bilang sakit," pungkasnya.

Penulis: Teddy Kurniawan