Ivan Fadilla dan Venna Melinda

Jakarta - Membina mahligai rumah tangga hingga berusia belasan tahun, bukanlah jaminan untuk tetap harmonis. Ini terjadi dengan pasangan Venna Melinda dan Ivan Fadilla. Biduk rumah tangga yang dibangun hampir 18 tahun itu tengah diujung tandung, seiring dengan gugatan cerai Venna Melinda ke Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan.

Tak ada yang menyangka, termasuk Ivan Fadilla jika dua hati yang dipersatukan cinta, kini terombang ambing oleh kemelut hati. Perceraian, dipandang menjadi jalan yang terbaik baik Ivan dan Venna.

Kendati demikian, menurut Ivan, sebelum palu hakim diketuk, ia berusaha untuk tetap mempertahankan rumah tangganya. Ia pun berusaha untuk tidak mengubah kehidupannya, tetap berusaha menjadi ayah dan suami yang baik.

"Bagi saya tidak ada yang berubah. Saya berusaha untuk menjadi ayah dan suami yang baik. Saya hanya berusaha menyelesaikan masalah ini secepat mungkin," ujar Ivan saat ditemui sejumlah wartawan di apartemennya, kawasan Jakarta Selatan.

Ivan mengakui, jika dirinya dan Venna kerap bertengkar dengan intensitas yang semakin tinggi setiap harinya. Untuk menjaga hati dan emosi dirinya serta Venna, Ivan pun akhirnya angkat kaki dari rumah dan sementara menetap di sebuah apartemen yang tidak jauh dari kediamannya bersama Venna.

Tentu kisruh rumah tangga tersebut sangat disayangkan, terlebih keluarga Ivan dan Venna, yang masih menginginkan rumah tangga mereka diselamatkan.

"Kedua orangtua berharap semua baik-baik saja. Kami berdamai dan mempertahankan rumah tangga dengan Venna sebisa mungkin. Namun ini semua tergantung keadaan dan tidak bisa dipredikisi," ujarnya.

Sebagai seorang ayah yang sudah memiliki dua orang anak yang sedang tumbuh remaja, Ivan sangat memahami perasaan anak-anaknya itu atas kisruh rumah tangga yang tengah dijalani. Namun ia berharap, anak-ananya yang sedang tumbuh remaja tersebut, dapat memahami keputusan orangtua mereka.

"Anak-anak sudah tahu karena mereka sudah besar. Bahkan yang besar bilang kasihan sama saya. Tapi saya justru sebenarnya yang kasihan dengan anak-anak," terangnya.

"Saya tahu hati mereka (anak-anak) tidak bisa menerima itu (perceraian), meski mulut mereka enggak sempat bicara," tuturnya.

Penulis: Chairul Fikrie