Adegan dalam film 3 Titik

Jakarta - Masalah ketenagakerjaan di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup serius dan perlu adannya banyak pembenahan. Hal itu mulai dari peraturan, pengusaha hingga buruh.

Film Kisah 3 Titik garapan Lola Amaria ingin memaparkan hak dan kewajiban antara pengusaha dan buruh. Film yang diangkat dari kisah nyata dan sesungguhnya terjadi ini dibintangi dirinya sendiri, Ririn Ekawati, Maryam Supraba dan juga Donny Alamsyah, berkisah tentang potret problematik kehidupan buruh, khususnya pekerja wanita.

Selama ini kaum buruh masih saja terbelakang dengan menerima adanya eksploitasi, upah minim, tak adanya jaminan kesehatan dan jaminan sosial. Hal inilah mewarnai kehidupan para buruh yang direpresentasikan oleh tiga peran yang memiliki nama yang sama Titik di film itu, namun punya cerita yang berbeda.

Menurut Lola, Kisah 3 Titik merupakan film yang bercerita mengenai realita kehidupan pekerja atau buruh di Jakarta yang juga mengangkat sisi-sisi kemanusiaan dari para tokoh pelakunya.

Film ini tidak menyatakan siapa yang benar atau siapa yang salah, namun hanya menceritakan apa yang terjadi dan konflik yang memang ada dan nyata dalam dunia tenaga kerja di Indonesia.

Kisah 3 Titik ini merupakan produksi pertama Lola Amaria’s Production yang didukung oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia dan dukungan dari International Labour Organization.

Dalam membuat suatu film, menurut Lola, harusnya didasari dengan realita dan kejujuran. Film tersebut bisa menjadi suatu potret atau arsip kedepan dari situasi buruh saat ini.

Sementara kesulitan terbesarnya adalah membuat film menarik tanpa harus menggurui masyarakat, karena didalamnya banyak pesan yang tersirat.

"Ini film, ini bukan dokumenter, juga bukan penyuluhan. Bagaimana caranya semua konten itu masuk tanpa harus menggurui, tanpa harus harus menjadi sok tahu. Kita jadi kayak melihat diri sendiri di film itu. Ya seperti bercermin dan menyindir beberapa pihak juga," ungkap artis dan sutradara itu.

Dalam cerita film ini mengangkat kesamaan nama Titik. Mereka adalah Titik Sulastri (Ririn Ekawati), janda dua anak yang bekerja sebagai buruh kontrakan dengan upah rendah. Titik Dewanti Sari (Lola Amaria), seorang perawan tua pemegang posisi bergengsi disebuah perusahaan besar yang penuh dengan skandal. Titik Kartika atau Titik Tomboy (Maryam Supraba), anak preman yang bekerja sebagai buruh pabrik rumahan yang tidak takut mati demi keadilan.

Film Kisah 3 Titik ini ditulis oleh Charmantha Adji dan disutradarai oleh Bobby Prabowo. Ini merupakan debut pertama Bobby Prabowo dalam dunia layar lebar, sebelumnya Bobby Prabowo banyak menyutradarai iklan dan video klip. Sementara film dikerjakan dan diproduksi Rumah Bonita Production.

Lewat Kisah 3 Titik problematika buruh tak bisa hanya diselesaikan satu pihak. Masalah buruh yang ada saat ini hanya dapat diselesaikan dengan bersinerginya tiga stakeholder, yaitu pengusaha, pemerintah, dan buruh itu sendiri. Tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.

Film ini mengungkapkan selama ini perusahaan menengah dan kecil masih jarang memberikan hak-hak buruh secara manusiawi. Sedangkan perusahaan besar, ada yang kongkalikong dengan pemerintah. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah khususnya Kemenakertrans agar segera menyelesaikan masalah ketenagakerjaan di Indonesia.

 

Suara Pembaruan

Penulis: H-15

Sumber:Suara Pembaruan