Ustad Jeffry Al Buchori Meninggal Dunia

Jakarta - Keluarga dan kerabat Ustad Jefri Al-Bukhori (Uje) memiliki sejumlah firasat, kalau Dai gaul itu akan berpulang ke Maha Kuasa. Sebelum meninggal, Uje sempat memohon maaf kepada semua temannya lewat Blackbery Massager (BBM).

"Ini firasat kawan-kawan semua. Beberapa waktu lalu, semua teman di broadcast bahwa BB-nya tak dipakai lagi, nomornya juga. Ia pun memohon maaf kepada semuanya," ujar adik Uje, Fajar Sidik, di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat (26/4).

Dikatakan Deki -panggilan akrab Fajar-, tak lama broadcast telepon Uje kejebur ke dalam air dan rusak.

"Sempat diberikan BB sama temannya. Saya juga sempat dikasih PIN barunya, namun sudah saya invite tapi tidak masuk-masuk. Nomor barunya juga aneh. Kalau saya telepon tidak masuk, tapi kalau ustad yang telepon saya masuk," ungkapnya.

Fajar menuturkan, Uje juga sempat mengatakan akan jarang-jarang melakukan dakwah.

"Beliau sempat bilang capek, begini terus. Ia bilang akan jarang-jarang berdakwah. Tidak biasanya Uje bilang begitu. Ya mungkin ini hanya firasat saya saja kalau dia mau pergi," terangnya.

Saat ngopi bareng teman-teman dan dirinya, kata Deki, Uje juga melakukan hal yang agak janggal dengan memberikan sejumlah uang kepada Sales Promotion Girls (SPG) dan penjaga parkir.

"Ada SPG nawarin dua bungkus rokok. Tiba-tiba ustad mengeluarkan uang Rp600 ribu kepada SPG itu. Beliau bilang ambil saja, ini rezeki kamu. Sebelum keluar parkiran, ia juga memberikan uang Rp100 ribu kepada penjaga parkir," jelasnya.

Deki mengatakan, ketika memberikan uang kepada SPG, teman-teman sempat bertanya kenapa memberi uang sebanyak itu? Uje hanya bilang, mau bagi-bagi rizki.

"Saya juga sempat nanya, kenapa dikasih begitu banyak. Beliau malah membalas pertanyaan dengan berkata 'kenapa, lo mau juga?' Ya, semuanya pada tertawa saja. Ustad memang sosok yang baik kepada semua orang dan mohon maaf sebelumnya, SPG itu non muslim. Jadi beliau tidak pandang siapapun untuk berbuat baik," paparnya.

Sementara itu, sahabat Uje, Ustad Soleh Mahmud atau biasa disapa Ustad Solmed, menceritakan terakhir bertemu dengan almarhum dalam tabligh akbar, di daerah Tanjung Duren, pekan kemarin.

"Selesai tabligh akbar, ustad memanggil saya melalui asistennya. Lalu, saya hampiri beliau di dalam mobil. Tak tahu mengapa saya langsung peluk dan menangis. Beliau bertanya 'kenapa lo kok cengeng banget?' Ya, saya jawab tidak tahu. Setelah itu, langsung saya tanya bagaimana kabarnya dan beliau bilang baik," kata Solmed.

Solmed melanjutkan, kemudian Uje balik bertanya tentang kabarnya. "Bagaimana dakwahnya? bagaimana kabarnya, sehat ente? ngomong-ngomong kabar kandungan April bagaimana?" bilang Solmed menirukan perkatakan Uje.

Selesai bicara, Uje melepaskan cincinya dan diberikannya kepada Solmed. Pun dengan kopiah putih miliknya.

"Selesai ngoblrol dia lepas cincin, terus sambil memberikan cincin itu ustad berkata, 'lo terusin dakwah gue ya.' Lalu saya bilang, ustad tidak boleh berhenti berdakwah, harus terus tausiah. Lalu, setelah ngobrol sekitar 30 menit saya pamit pulang," paparnya.

Pertemuan itu merupakan kenangan terakhir Solmed dengan Uje. "Jujur saya benar-benar tidak tahu, kenapa beliau bilang terusin dakwahnya. Setelah beliau meninggal, saya baru tahu maknanya. Itu memberikan arti, pergi satu seorang ustad baik harus tumbuh seribu ustad baik lainya," sebutnya.

Solmed meminta kepada semua umat Islam untuk mendoakan almarhum dan membukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya, agar almarhum Uje diterima amal dan ibadahnya oleh Allah.

"Buat Umi Pipik (isteri Uje) dan anak-anak tercinta, bersabar dan tabah. Insya Allah ujian ini dapat dilalui. Ini hanya perpisahan sementara, karena nanti akan kembali bersama. Kalau ada apa-apa, ngomong. Kami ini ayah dan abang kalian juga," tukasnya.

Penulis: Bayu Marhaenjati/FER