Kolintang

Jakarta - Jajaran Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) optimistis alat musik tradisional kolintang berpeluang besar menyandang predikat warisan budaya dunia (world heritage) dari organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (Unesco) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Optimisme itu disampaikan Bendahara SIKIB, Lis Yusgiantoro. Dia ditugaskan Ibu Negara Ani Yudhoyono untuk memperjuangkan alat musik kolintang dari Minahasa, Sulawesi Utara, menjadi warisan dunia di Unesco.

“Ya, saya ditugaskan Ibu Negara untuk memperjuangkan agar alat musik kolintang dipatenkan Unesco. Ibu Negara sangat peduli pada budaya tradisional Indonesia yang beraneka ragam,” kata Lis di Jakarta, Kamis (16/5).

Lis yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Pengurus Insan Kolintang Nasional (Pinkan) mengaku telah berkoordinasi dengan Menko Kesra Agung Laksono, Mendikbud Muhammad Nuh, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, dan Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang untuk mendaftarkan kolintang di Unesco.

“Pesan Ibu Negara, berjuang dan bekerja keras untuk mematenkan kolintang di Unesco. Alat musik kolintang adalah milik kita bangsa Indonesia, mari kita jaga bersama agar tidak diakui sebagai milik bangsa lain,” katanya.

Saat ini, Indonesia telah mencatatkan enam kebudayaan/kesenian sebagai warisan dunia di Unesco. Keenam kebudayaan/kesenian itu adalah wayang, batik, keris, angklung, tari saman, dan noken dari Papua.

Investor Daily

Penulis: Nov

Sumber:Investor Daily