Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa (kiri) menjenguk wartawan dan sastrawan Veven SP Wardhana di Ruang ICU RS Adhi Husada, Kapasari, Surabaya, Sabtu (11/5). Veven yang mengidap penyakit kanker paru-paru dan banyak memberi sumbangsih dalam dunia sastra Tanah Air itu akhirnya meninggal dunia pada Jumat (17/5) dini hari.

Jakarta - Sastrawan yang juga lama berprofesi sebagai jurnalis, Veven Sp Wardhana meninggal dunia di Rumah Sakit Adhi Husada, Kapasari, Surabaya, Jumat (17/5) pukul 01.30 WIB. Pria kelahiran 21 Januari 1959 ini lama berperang melawan kanker paru-paru stadium IV.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Tereshkova Koraag dan tiga putri, Stephany, Sheridan Olenka, dan Shalimar.

Istrinya yang akrab disapa Terry mengungkapkan, sebelum meninggal dunia, Veven meminta agar ia pulang ke rumahnya di Jakarta. “Saat hari-hari terakhir, ia masih mencari-cari saya dan berpuisi, ku cari kau sampai ke celah-celah karang menjangan,” ujar Terry dalam pesan singkatnya, Jumat (17/5) pagi.

Veven yang lahir dengan nama Effendy Agus Hariyanto termasuk penulis produktif. Karyanya kerapkali masuk dalam buku Kumpulan Cerpen Terbaik Kompas. Ia pernah menjabat posisi penting di sejumlah media massa seperti redaktur pelaksana di Tabloid Citra, wakil pemimpin redaksi Tabloid Bintang, dan redaktur majalah Hai.

Karyanya yang mengemuka seperti kumpulan cerpen Panggil Aku Pheng Hwa (2002) dan novel Stamboel Selebritas (2004).

Suara Pembaruan

Penulis: O-1/Y-4/NAD

Sumber:Suara Pembaruan