Kemdikbud Kembali Gelar Nonton Bareng Film Inspiratif

Batanghari - Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia kembali menggelar kegiatan Persemaian Nilai Budaya Sebagai Pembentuk Karakter Bangsa melalui program dengan tajuk "NONTON BARENG FILM INSPIRATIF - Film Berkarakter Inspirasi Kita". Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan yang sama yang telah sukses digelar tahun 2012 lalu.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter bangsa kepada pelajar dengan menggunakan media seni budaya, yaitu melalui film berkualitas. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memetakan kebutuhan bahan ajar dan memberikan bahan ajar alternatif di bidang kebudayaan untuk guru di Indonesia.

Direktorat Jenderal Kebudayaan menyadari bahwa media film memang sengaja dipilih karena merupakan salah satu media yang dapat menjadi sarana penyampaian pesan persemaian karakter. Film atau media audiovisual juga menjadi media pendidikan yang efektif bagi anak ketika pembiasaan membaca masih rendah. “Proses internalisasi nilai melalui film diharapkan dapat menciptakan karakter positif melalui karakter-karakter baik yang diperankan dalam film yang bersangkutan sehingga dapat menjadi inspirasi bagi khalayak ramai,” ungkap Dirjen Kebudayaan Kacung Marijan.

Menurut para ahli, film mempunyai efek “magic” cukup kuat dalam mempengaruhi orang. Film juga menjadi pendekatan komunikatif (communicative approach) yang sangat baik dalam dunia pendidikan. “Pendidikan karakter bangsa bisa dilakukan dengan dibuatnya film-film mengenai perjuangan warga Indonesia dalam mempertahankan idealisme dan keyakinan rasa cinta pada Indonesia. Lewat audio visual tersebut akan mudah menumbuhkembangkan nilai kebangsaan yang kian terkikis. Nilai yang ada di film akan lebih mudah dicerna,” pungkasnya.

Lewat kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun kesadaran para pendidik, pemuda dan tokoh masyarakat lokal tentang pentingnya menumbuhkembangkan nilai-nilai karakter bangsa.

Bonus Demografi
Indonesia memperoleh karunia yang tidak dimiliki banyak Negara lain, yaitu adanya kelompok usia produktif dalam jumlah sangat besar , sekitar 70% dari total populasi . Karunia inilah yang sering disebut sebagai bonus demografi . Namun, bonus tersebut dapat berubah menjadi bencana tatkala tidak dikelola dengan baik . Terkait dengan pengelolaan itu, salah satu hal yang sangat penting adalah Dunia Pendidikan . Dunia pendidikan merupakan tempat yang memungkinkan adanya pembudayaan , yaitu proses internalisasi nilai – nilai, norma – norma, hukum, dan kerangka berpikir, serta ketrampilan , ilmu pengetahuan dan teknologi bagi peserta didik.

Para ahli pendidik dan perumus kebijakan sudah cukup lama menyadari pentingnya perubahan pola pikir dalam diri peserta didik. Pola pikir sendiri terkait dengan pola belajar , interaksi antara guru dan murid , serta materi pembelajaran. Maka, muncullah proses belajar siswa aktif. Dalam proses belajar demikian, para peserta didorong untuk belajar lebih mandiri, sedangkan para guru lebih banyak berfungsi melakukan pembimbingan. Dalam proses belajar demikian, para peserta didik juga diberi kesempatan untuk mendiskusikan apa yang dipelajarinya bersama – sama dalam kelas . “Film merupakan salah satu media yang paling diterima dan mudah dicerna oleh banyak kalangan .

Rencananya, kegiatan Nonton Bareng Film Inspiratif 2013 ini akan digelar di 30 kota di seluruh Indonesia. Kota-kota yang dipilih adalah kota-kota yang tidak atau belum memiliki sarana gedung bioskop (theater), sehingga dapat memberi kesempatan bagi pelajar, guru, dan tenaga pendidik di daerah untuk menonton film berkualitas, sehingga dapat menginspirasi dan merangsang mereka untuk berdiskusi mengenai nilai budaya yang terdapat dalam film tersebut.

Film-film yang akan ditayangkan dalam acara Nonton Bareng ini adalah Film Nasional yang dinilai mewakili nilai-nilai positif guna persemaian karakter dan semangat kebangsaan, seperti “Cita-Citaku Setinggi Tanah”, “Pasukan Kapiten”, “Brandal-Brandal Ciliwung”, “Tanah Surga Katanya”, “9 Autumns 10 Summers”, “Negeri 5 Menara” dan beberapa judul film lainnya.

Target peserta dalam acara Nonton Bareng ini adalah pelajar dan masyarakat. Mereka antara lain siswa SD s.d. SMTA, guru, tenaga pendidik, organisasi mahasiswa, pemuda, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi kemasyarakatan, dan pemangku kepentingan pendidikan di daerah. Di Kabupaten Batanghari, Jambi sendiri, film-film yang akan diputar antara lain ialah 9 Summers 10 Autumns untuk para guru, Cita-citaku setinggi Tanah untuk para siswa, serta Pengejar Angin untuk umum.

Selain “Nonton Bareng”, acara ini juga akan diisi dengan talkshow yang akan menghadirkan para pemangku kepentingan (stakeholder) dan juga kalangan artis. Diharapkan talkshow tersebut juga dapat menjadi inspirasi bagi para pelajar, tenaga pendidik dan juga pemangku kepentingan lainnya dalam pengembangan karakter bangsa dan dunia pendidikan di Indonesia pada umumnya.

Daftar 30 kota pelaksanaan Nonton Bareng Film Inspiratif:

1. Kabupaten Batanghari, Jambi
2. Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu
3. Kabupaten Lampung Tengah, Lampung
4. Kabupaten Langsa, NAD
5. Kabupaten Toba Samosir, Sumut
6. Kota Pariaman, Sumbar
7. Kabupaten Tangerang, Banten
8. Kabupaten Lebak, Banten
9. Kabupaten Pandeglang, Banten
10. KabupatenGarut,Jabar
11. KotaCimahi,Jabar
12. KabupatenWonogiri,Jateng
13. KabupatenKulonprogo,DIY
14. KabupatenBrebes,Jateng
15. KotaBlitar,JawaTimur
16. KotaBatu,JawaTimur
17. KabupatenPacitan,JawaTimur
18. KabupatenBangkalan,JawaTimur
19. KabupatenBuleleng,Bali
20. Kabupaten Lombok Barat, NTB
21. KabupatenBelu,NTT
22. KabupatenPontianak,Kalbar
23. KabupatenKatingan,Kalteng
24. KotaTarakan,Kaltara
25. KabupatenGowa,Sulsel
26. KabupatenDonggala,Sulteng
27. KabupatenGorontalo,Gorontalo
28. KotaTernate,MalukuUtara
29. KotaManokwari,PapuaBarat
30. KabupatenNabire,Papua

Penulis: A-16/AB

Sumber:PR/Suara Pembaruan