Ari Wbowo saat menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (10/6) malam.

Jakarta - Setelah pihak kepolisian memeriksa dan menelaah kasus kecelakaan yang dialami Ari Wibowo dengan menabrak seorang kakek berusia 80 tahun yang berprofesi sebagai petugas penyapu jalan, akhirnya pihak Kepolisian dari Polres Jakarta Selatan menetapkan Ari Wibowo sebagai tersangka. Hal itu diungkapkan Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan, Kompol Sutimin saat dijumpai di Polres Jakarta Selatan, Rabu (12/6).

"Ari Wibowo resmi jadi tersangka. Karena kami sudah tindak lanjuti memeriksa tiga saksi dan kesimpulannya status saudara Arianto Wibowo kita naikkan sebagai tersangka. Yang bersangkutan dikenakan Pasal 310 ayat 3 dan pasal 106 ayat 2," ujar Sutimin.

Ditetapkan Ari Wibowo sebagai tersangka dikarenakan kasus yang dialami Ari Wibowo sudah memenuhi unsur kelalaian yang menyebabkan korban terluka. Namun begitu, pihak kepolisian menilai adik Ira Wibowo itu cukup kooperatif sehingga tidak perlu ditahan.

"Ada (kelalaian), karena karena kelalaiannya membuat orang lain terluka. Dia sangat kooperatif, datang sendiri ke Polres," lanjutnya.

Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan kenakan pasal 310 KUHP Ayat 3 dan pasal 106 KUHP Ayat 2, Ari terancam hukuman penjara selama 5 tahun.

"Dari 2 pasal yang dikenakan kepada saudara Ari Wibowo, maka yang bersangkutan terancam hukuman lima tahun penjara," terang Kompol Sutimin.

Sementara itu hingga kini korban yang ditabrak Ari masih dalam perawatan pihak Rumah Sakit Pusat Pertamina, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan kondisinya mulai membaik.

Penulis: Chairul Fikri