Pengajian Ibas.
Hari ini merupakan awal dari rangkaian pernikahan antara Ibas dan Aliya, putri Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa.

Acara pengajian yang dimulai tepat pukul 10.00 WIB ini diadakan di area pendopo rumah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Nuansa biru menghiasi acara ini dengan tenda berwarna biru dan putih, lampu gantung berwarna biru sampai buku doa yang bersampulkan biru tua dengan simbol I dan A yang menyatu menggambarkan inisial Ibas dan Aliya.

Dalam acara pengajian ini, sekitar 300 anggota Majelis Taklim Qurunul Bahri Cadaka Darma hadir dengan memakai seragam gamis putih untuk wanita dan baju koko putih untuk pria.

Para anggota Majelis Taklim sudah mulai berdatangan sejak pukul 09.00 WIB. Majelis Taklim Qurunul Bahri Cadaka Darma adalah kelompok pengajian yang beranggotakan  purnawirawan AKABRI angkatan 1973 beserta istri. Seperti kita tahu, SBY adalah lulusan AKABRI tahun 1973.

Di dalam acara ini, SBY mengenakan baju koko berwarna biru sama seperti Ibas dan kakaknya Agus Yudhoyono. Sedangkan Ibu Negera Ani Yudhodhoyo, menantunya Anissa Pohan dan cucunya Ara Tunggadewi mengenakan seragam berwarna biru muda.

Di acara ini turut hadir Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Menteri Sekertaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumilar, Sekertaris Kabinet Dipo Alam dan Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung turut hadir di Pendopo rumah SBY.

Nanti sore pukul 14.30 akan ada pemasangan bleketepe di depan rumah yang dilanjutkan dengan prosesi siraman untuk Ibas.

Aliya sang calon pengantin putri juga melakukan prosesi pengajian dan siraman di kediaman pribadi Hatta Rajasa di wilayah Fatmawati, Jakarta Selatan.

Untuk acara ini Keluarga SBY juga menggunakan halaman rumah Ketua RT Puri Cikeas, Pak Surato yang bereda tepat di rumah Yudhoyono.

Rumah Surato juga dipasangi tenda untuk mengakomodasi tamu dan juga media center untuk pewarta yang meliput prosesi hari ini.

Prosesi pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Ruby Aliya Rajasa akan menggunakan dua adat yaitu Jawa dan Palembang dalam sejumlah rangkaian acara dari mulai malam Midodareni, akad nikah hingga resepsi pernikahan.

"Kami akan mengikuti semua rangkaian dari dua dimensi, agama yaitu proses akad nikah dengan syariat Islam dan adat, ini paduan adat Jawa dan Palembang," kata Presiden SBY saat memberikan sambutan dalam pengajian yang berlangsung di kediaman pribadinya di Puri Cikeas, Bogor, tadi pagi.

Presiden mengatakan dalam acara siraman di Cikeas dan kediaman Hatta Rajasa di Fatmawati menggunakan adat Jawa dan kemudian pada hari yang sama dilanjutkan dengan Midodareni di kediaman Hatta Rajasa nanti malam.

Ia menambahkan, saat akad nikah di Istana Cipanas akan menggunakan adat Palembang, Sumatera Selatan. ASedangkan akad nikah akan dilangsungkan Kamis pukul 10.00 WIB.

Sementara resepsi pernikahan yang berlangsung di JCC hari Sabtu akan menggunakan adat Jawa. Resepsi direncanakan berlangsung pukul 19.00 WIB.

"Selalu kalau ada perhelatan dan kalau ada undangan para tamu berasal dari negara sahabat, selain acara yang khusuk menurut agama, maupun acara adatnya selalu menjadi perhatian para tamu undangan. Insya allah kami melakukan semua rangkaian setertib dan sekhidmat mungkin," kata SBY.

Dalam kesempatan itu, SBY menyampaikan pesan bahwa inti dari pengajian yang mengawali seluruh prosesi pernikahan Ibas dan Aliya adalah bagaimana mengawali sesuatu dengan idealisme dan cita-cita.

Ketika menggapai cita-cita melalui perjuangan ada rambu-rambu yaitu norma yang harus dijunjung sehingga tidak bisa menghalalkan segala cara dalam mencapai cita-cita.

"Para sahabat yang saya cintai, kita sama-sama tahu, Tuhan yang maha kuasa, Allah SWT sangat menyayangi manusia yang memiliki sifat terpuji, bersyukur, sabar, tegar dan tawakal ketika menerima berbagai ujian dan ikhlas, dan keempat adalah mereka yang terus berikhtiar membangun hari esok yang lebih baik. Allah SWT menyuruh kita untuk berikhtiar dalam hidup ini, tidak menyerah dan menerima begitu saja agar lebih baik," katanya.

Ia menambahkan,"Berbicara tentang ikhtiar saya akan berbicara mengenai falsafah hidup. Ikhtiar bisa dimaknai, hidup diawali dengan cita-cita dan idealisme, dengan itu kemudian kita punya keyakinan, dengan kerja keras tercapai, dengan keyakinan sesuatu yang mulia tidak bisa dicapai tanpa perjuangan. Perjuangan tidak mungkin seperti berjalan di bawah bulan purnama, harus ada pengorbanan, kepada kita juga diajarkan moral, tidak bisa berjuang dengan menghalalkan segala cara."

Kegiatan pengajian di rumah kediaman Presiden Yudhoyono berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Pada pukul 14.30 WIB dilanjutkan dengan pemasangan bleketepe di Gapura pintu rumah kediaman Presiden Yudhoyono. Usai memasang Bleketepe kemudian pada pukul 15.00 WIB dilakukan siraman.

Dalam siraman, secara bergiliran, calon pengantin pria akan dibasuh secara bergantian oleh orang tuanya, pinisepuh dan sanak saudara yang dituakan. Yang memberikan siraman bagi Ibas secara bergiliran yaitu Presiden Yudhoyono, Ani Yudhoyono, Ibu Ageng Sarwo Edhie Wibowo, Ibu Wiwiek, Erwin Sudjono, Titiek Erwin Sudjono, Tuti Hadi Utomo.

Usai siraman dilakukan potong rambut calon mempelai pria oleh Presiden Yudhoyono dan Ani Yudhoyono untuk kemudian rambut itu disatukan dengan potongan rambut calon pengantin wanita. Kemudian dilanjutkan dengan acara adat potong tumpeng, dodol dawet, dulang pungkasan, dan melepas ayam jantan.

Pada pukul 19.00 WIB dilakukan acara midodareni, rombongan calon pengantin laki-laki akan menuju kediaman calon pengantin perempuan di kawasan Fatmawati.

Penulis: /WEB