Hal tersebut terkait dengan pengakuannya akan bermain film bersama Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan sejumlah menteri serta bupati beberapa waktu lalu dengan judul "Pesan Sang Jenderal". Pengakuan yang berujung pada pembicaraan di berbagai media tersebut merupakan hal yang wajar, sebab tidak ada yang menyangka, artis yang tergolong baru di dunia hiburan, sudah mendapatkan kesempatan beradu akting dengan kepala negara.
Bahkan, artis senior berkelas Piala Citra seperti Christine Hakim pun, mungkin belum tentu memimpikan dapat bermain bersama orang nomor satu di negeri ini.
Kabar SBY akan bermain film mungkin bukan kabar yang terlalu mengejutkan. Sebab, SBY dikenal sebagai salah satu presiden yang menyukai seni. Ia sempat membuat album dan menciptakan lagu-lagu di albumnya tersebut. Jadi bukan hal yang mustahil pula, jika akhirnya Presiden SBY muncul di layar perak, dengan beberapa adegan.
Hal tersebut juga diungkapkan Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha saat ditemui sejumlah wartawan Selasa (21/2) di lobi gedung Bina Graha. "Saya kira kalau itu dalam bentuk usulan permohonan permintaan agar Bapak Presiden berkenan untuk ikut terlibat dalam sebuah pembuatan film pendidikan misalnya adalah hal yang biasa," ujarnya santai.
Keruan berita tentang keterlibatan SBY dalam produksi film Pesan Sang Jenderal menuai banyak komentar di situs jejaring sosial, seperti Twitter. Ada yang mendukung, namun tidak sedikit yang menjadikannya sebuah dagelan semata.
Sebagai artis pendatang baru, rencana untuk beradu akting dengan orang nomor satu di Indonesia itu tentu membanggakan Dinda Hauw. Selain menambah pengalaman, tentunya hal tersebut akan menaikkan "derajatnya" di mata artis lain.
Namun rupanya Dinda "salah membaca skenario" sehingga keterlibatan SBY yang menurut pengakuan Tri Bayu Ariwibowo, eksekutif produser film Pesan Sang Jendral akan digantikan dengan seorang artis pendukung, dianggap sebagai keterlibatan langsung SBY.
"Kami mohon maaf atas kesalahan wawancara Dinda Hauw. Ini merupakan kepolosan seorang anak membaca skenario, jika presiden dalam skenario adalah benar-benar SBY, padahal bukan," ujar Tri Bayu saat ditemui sejumlah wartawan di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (21/2).
"Namun karena ada karakter Presiden, saya juga minta izin terlebih dahulu dengan pihak terkait, meskipun karakter tersebut bukanlah Presiden SBY," imbuhnya.
"Sebenarnya ini tokoh fiksi saja tapi kalau memang Presiden SBY bersedia ikut syuting, kami akan sangat bangga sekali," terang Tri Bayu.
Syuting film tersebut rencananya akan dimulai Maret nanti. "Pesan Sang Jenderal" terinspirasi dari pesan yang disampaikan Jenderal Sudirman kepada rakyat Indonesia.
Lantas bagaimana tanggapan Dinda Hauw atas kesalahan membaca skenario tersebut?
Saat coba dihubungi hari ini, telepon genggam artis belia tersebut tidak dapat dihubungi.





