Reza Asril Sjarfi Belajar Kehidupan dari Musik Klasik

Reza Asril Sjarfi Belajar Kehidupan dari Musik Klasik
Reza Asril Sjarfi. ( Foto: BeritaSatu Photo / Dina Fitri Anisa )
Dina Fitri Anisa / FER Kamis, 15 Februari 2018 | 00:17 WIB

Jakarta - Bakat manusia biasanya selalu dikaitkan dengan 'keturunan'. Namun, hal itu tak berlaku bagi pianis Indonesia, Reza Asril Sjarfi (30). Meskipun terlahir bukan dari kalangan pemusik ataupun musisi, sejak umur tiga tahun dirinya mengaku sudah mencintai, bahkan menjadikan musik sebagai media pembelajaran dalam hidupnya selama ini.

"Musik merupakan simfoni kehidupan, dan tak bisa lepas dari jiwa setiap individu. Hal yang paling saya kenang dari perkataan salah satu guru musik saya bahwa, setiap not punya nilainya masing-masing. Hargailah setiap bunyi not yang dimainkan dan didengar. Itu pula yang terjadi dalam kehidupan, kita harus hargai diri kita dan juga orang lain. Jadi, belajar musik adalah belajar kehidupan," kata Reza, di Jakarta, Rabu (13/2).

Dalam perjalanan hidupnya, Reza kerap membangun dan menumpahkan segala bentuk emosi ke dalam lagu. Tak ingin disimpan sendiri, dirinya telah mempersiapkan konser dengan tajuk Romantic Schizoprenic, di Goethe Institut Menteng, Jakarta, Jumat (2/3) mendatang.

Reza menjelaskan, tema konser Romantic Schizoprenic terinspirasi dari kata Skizofrenia yang merupakan istilah kejiwaan. Musik yang akan disapaikan dalam konser ini memiliki bentuk skrizofrenia, yaitu suatu perubahan emosi, dan karakter yang sangat kontras. Dirinya berharap, konsernya nanti mendekatkan musik klasik kepada penikmat awam.

"Dalam konser nanti, kami akan menerapkan ide dan konsep dalam bermusik. Saya berharap musik tidak hanya sekedar dinikmati. Akan tetapi, orang-orang dapat memahami kami, para pemusik dan musik itu sendiri. Perubahan dari menikmati, menjadi sebuah pemahaman melalui sebuah proses," terangnya.

Nantinya, Reza akan berkolaborasi dengan empat musisi yang terdiri dari pemain biola atau violin, pemain celo, penyanyi soprano wanita dan penyanyi bariton pria yang tergabung datam grup Chamber Music Escala. Pertunjukan yang konon sangat dinantikan para penggiat musik klasik ini, dimentori oIeh musisi klasik senior Ary Sutedja. Dia dikenal sebagai pianis kelas dunla asal Indonesia.

"Kami akan bawa penontonnya ke dalam sebuah kesederhanaan. Bentuk kesederhanaan tersebut, dapat mengembalikan indera kita untuk dapat lebih memahami bahwa hidup merupakan anugrah tanpa asumsi ataupun ekspetasi," terangnya.



Sumber: Suara Pembaruan