Ari Sigit saat mendampingi putrinya yang terjerat kasus narkoba, beberapa waktu lalu.
Hanya dikenakan status wajib lapor.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Rikwanto mengatakan, pihaknya tidak menahan tersangka kasus penipuan dan penggelapan dana proyek kerjasama antara PT Dinamika Daya Andalan dengan PT Krakatau Wajatama sebesar Rp2,5 miliar, Ari Haryo Wibowo Hardjojudanto alias Ari Sigit, lantaran yang bersangkutan subyektif dan kooperatif. Namun, yang bersangkutan harus wajib lapor.

"Walau sudah tersangka kami tidak tahan, karena alasan subyektif dan kooperatif. Namun, tetap diminta wajib lapor dan mudah dihubungi," ujar Rikwanto di Balai Wartawan, Polda Metro Jaya, Selasa (15/5).

Dikatakan Rikwanto, pihak pengacara cucu mantan presiden Indonesia Soeharto itu, berjanji akan menghadapkan Ari Sigit ke penyidik pada pekan ini.

"Pihak lawyer berjanji minggu ini, artinya dari Senin sampai Minggu. Tepatnya hari apa, pengacaranya yang menentukan," tambahnya.

Rikwanto menjelaskan, pemeriksaan Ari Sigit penting dilakukan untuk pengembangan kasus. Pemeriksaan harus dilengkapi, supaya tidak ada lagi saling lempar tuduhan.

"Ya penting untuk mengkonfirmasi, apakah kasus ini dilakukan secara bersama-sama, siapa motornya, siapa penggagas, kemana saja uangnya dan lainnya. Intinya, pemeriksaan harus dilengkapi agar tidak ada lagi saling lempar tuduhan, jelasnya.

Selain Ari Sigit, polisi juga menetapkan empat tersangka lain dalam kasus ini. Mereka berinisial A, S, B dan SH Direktur PT Dinamika Daya Andalan yang kini buron.

"Kasus ini akan kami telusuri, kenapa pengurukan tanah tidak dilakukan. Kemudian, uang yang sudah diserahkan kemana. Keterangan mereka akan dikonfirmasikan masing-masing, apakah semua tersangka terlibat, apa mereka dapat bagian masing-masing, dan jumlahnya berapa, sehingga tak lagi saling tuduh," jelas Rikwanto.

Menyoal apakah ada kemungkinan setelah pemeriksaan nanti, Ari Sigit langsung ditahan? Rikwanto menjelaskan, semuanya bergantung hasil penyidikan.

"Apakah langsung ditahan, kami lihat nanti hasil pemeriksaannya. Bergantung penilaian penyidik," pungkasnya.

Diketahui, Ari Sigit, dilaporkan atas dugaan melakukan penipuan dan penggelapan uang dengan total kerugian Rp2,5 miliar, pada 27 Oktober 2011 lalu.

Pelapor adalah Sutrisno dan Mariati. Keduanya, merupakan pimpinan PT Krakatau Wajatama (anak perusahaan PT Krakatau Steel) yang berlokasi di Cilegon.

Sebelumnya, perusahaan milik Ari Sigit (PT Dinamika) ditunjuk PT Krakatau Wajatama untuk pelaksanaan proyek pengurukan tanah di daerah Cilegon dan berdasarkan laporan yang dibuat, PT Krakatau sudah mengeluarkan uang sebesar Rp2,5 miliar kepada PT Dinamika sebagai uang jaminan pelaksanaan proyek. Uang diterima, pengerukan tak terlaksana.

Penulis: /FMB