Obin: Saya Tukang Kain

Obin: Saya Tukang Kain
Josephine Werratie Komara atau Obin. ( Foto: Beritasatu Photo/Dina Fitri Anissa )
Dina Fitri Anisa / FER Rabu, 21 Maret 2018 | 23:29 WIB

Jakarta - Kain tradisional Indonesia atau wastra memang memiliki keunikan tersendiri. Tak sedikit pun orang yang terkagum akan keindahannya. Hal ini berlaku pula untuk Josephine Werratie Komara (62) atau Obin. Dirinya merupakan pakar tekstil batik, yang membuat wastra Indonesia semakin hidup, bahkan dikenal sampai negeri seberang.

"Saya bukanlah seorang desainer, namun saya adalah tukang kain," ungkap Obin saat ditemui usai menampilkan 30 koleksi busana, di Plaza Indonesia Fashion Week (PIFW), Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Menurut Obin, julukan tukang kain sudah lama melekat dalam dirinya. Sejak usia belia, dirinya telah memutuskan untuk berkomitmen menyelami industri wastra Indonesia. "Tahun 1970 menjadi permulaan saya mempelajari berbagai kain tradisional dari berbagai daerah," terangnya.

Obin memulai petualangannya ke Solo dan daerah lain di seluruh Indonesia, untuk memuaskan rasa ingin tahu dan belajar langsung dari perajin batik. Sejak diperkenalkan kepada Iwan Tirta dan Go Tik Swan, semakin memperkuat kecintaannya terhadap batik.

Bin House merupakan rumah berkarya yang didirikannya, dimana setiap helai kain tercipta langsung oleh tangan-tangan Indonesia.

"Ini semua soal kain, bukan sekedar fashion. Dalam setiap karya yang dibuat, memiliki warna-warna dan motif yang mewakili Nusantara. Oleh karenanya, semua batik dan kain-kain yang saya hadirkan adalah buatan kreasi Bin House sendiri. Proses pengerjaan semua ini pun berjalan cukup lama, sekitar empat sampai enam bulan karena pengerjaan manual," jelasnya.



Sumber: Suara Pembaruan